[ad_1]
Sesuatu yang tidak sesuai dengan porsi dan anjuran, tentu saja akan berakibat buruk. Tak terkecuali dengan oli mesin. Penggunaan oli mesin yang salah akan memengaruhi kinerja mesin Anda, Bro Deltalube. Berikut penjelasannya.
Kesalahan pertama dan paling umum adalah salah untuk membuat pilihan kekentalan oli mesin. Pabrikan tentu akan memberikan rekomendasi kekentalan oli terbaik untuk kendaraannya. Nah, sebaiknya Anda patuhi rekomendasi kekentalan oli tersebut, agar performa mesin Anda tidak turun. Andaikan rekomendasi oli mesin adalah 0W-20, jangan mengisinya dengan oli yang lebih kental seperti 10W-40 atau 20W-50. Tentu saja performa mesin akan menurun, akibat penggunaan oli yang lebih kental. Mesin akan lebih berat berputar, akibat hambatan cairan yang lebih besar sekali sebab minyaknya lebih kental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesalahan selanjutnya adalah salah klasifikasi. Hal ini kerap terjadi pada pengguna motor roda dua. Andaikan, motor roda dua non-matic diisi oli untuk sepeda sepeda motor matic. Sebab kedua motor roda dua ini mempunyai sistem kopling yang berbeda, maka aditif oli untuk keduanya pun berbeda. Motor roda dua non-matic yang diisi oli sepeda sepeda motor matic, koplingnya dapat selip. Tentu saja, kinerjanya akan menurun, akibat gesekan yang berlebihan antara pelat kopling dan kampas kopling.
Baca Juga : Arti Kode SAE dan API pada Oli Mesin
Selain itu, pemilihan golongan API Carrier juga tidak boleh dianggap remeh Bro Deltalube. Biasanya, produsen kendaraan akan mengembangkan mesin sesuai dengan pengelompokan API Carrier yang sementara beredar. Jadi, desain mesin sudah disesuaikan dengan kandungan aditif dan karakter oli mesin ketika itu. Andai kita merubah oli mesin dengan API Carrier yang berbeda, hal itu berpotensi menurunkan performa dan bahkan merusak mesin akibat kandungan aditif yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link







