SEKITARKITA.id- World Stroke Organization (WSO) Angels Awards 2024 memberikan penghargaan Status Emas kepada Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Penghargaan ini berkaitan dengan dedikasi dan kualitas pelayanan terbaik dalam penanganan pasien stroke. Mulai dari fase hiperakut hingga pasien yang dipanggil.
Ini menunjukkan RSCK Kota Baru Parahyangan memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke yang ditetapkan World Stroke Organization (WSO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
RSCK menjadi salah satu rumah sakit terkemuka di Bandung Barat dalam penanganan stroke dengan standar pelayanan internasional.
Dokter Neurologi/Saraf dr. Debora Hendra, Sp.N mengatakan, prestasi ini semakin bermakna karena hanya sedikit rumah sakit di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan serupa.
“Penghargaan WSO ini diberikan kepada rumah sakit yang telah memiliki komitmen menangani stoke yang sesuai standar internasional, Puji Tuhan, ini kali pertama RSCK Kota Baru ini mendapat penghargaan Status Emas,” katanya saat ditemui usai acara, Senin (23/09/2024).
Ia menjelaskan, RSCK Kota Baru telah memenuhi standar pelayanan salah satunya pasien yang datang dalam periode emas atau datang 3 jam pertama.
“Kita memprioritaskan untuk segera mendapatkan CT scan agar diagnosis stroke nya menjadi tegak dan setelah itu, kita menilai apakah pasien ini merupakan kandidat yang cocok untuk diberikan trombolisis,” jelasnya.
“Trapi trombolis ini yakni trapi reperfusi untuk mengembalikan aliran darah yang tersumbat sehingga jaringan otak yang kurang oksigen segera mendapatkan suplai darahnya sehingga tidak menjadi kerusakan permanen dan tidak terjadi stroke,” sambungnya.
Pihaknya mengintegrasikan beberapa elemen untuk berhasil mendapatkan status tersebut. Di antaranya trombolisis, kode stroke, dan pendataan kasus stroke ke dalam stroke registry.
Itu yang membuat institusi kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan stroke.
Dokter berparas cantik itu memberkan, stroke iskemik akut merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Trombolisis telah menjadi tonggak utama dalam penanganan stroke iskemik akut.
“Merevolusi prognosis pasien dan mengubah paradigma ‘waktu adalah otak’ menjadi kenyataan klinis,” imbuh Debora.
Efikasi trombolisis sangat bergantung pada waktu pemberian jendela terapeutik optimal dalam 4,5 jam setelah timbulnya gejala.
Meski efikasinya telah terbukti, penggunaan trombolisis masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah risiko pendarahan intraserebral.
“Terdapat risiko pendarahan intraserebral, yaitu sekitar 6% bila dilakukan trombolisis. Seleksi pasien yang baik dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi merupakan upaya kami untuk menurunkan risiko pendarahan.” ucapnya.
Kemudian jendela waktu pemberian terapi terbatas. Hanya sekitar 5-10 persen pasien stroke yang tiba di rumah sakit dalam jendela waktu trombolisis membatasi akses terhadap terapi ini.
Debora menjelaskan, code stroke adalah protokol yang dirancang untuk mengoptimalkan penanganan pasien stroke akut.
“Fokus utama pada minimalisasi waktu dari kedatangan pasien hingga pemberian trombolisis (door-to-needle time),” katanya.
Implementasi kode stroke telah terbukti signifikan dalam meningkatkan outcome pasien. Ada pun penelitian di Rumah Sakit Pusat Universitas Helsinki menunjukkan, penerapan kode stroke dapat mereduksi median waktu door-to-needle. Mulai dari 105 menit menjadi hanya 20 menit.
Selanjutnya peningkatan angka proporsi pasien yang menerima trombolisis dari 14 persen menjadi 48 persen.ditangani dengan kode protokol stroke memiliki peluang lebih tinggi.
“2,4 kali lebih tinggi untuk mencapai hasil fungsional yang baik pada 3 bulan pasca-stroke,” bebernya.
RS Cahya Kawaluyan telah berkolaborasi dengan Angels Initiative Indonesia, yaitu program global yang diinisiasi WSO, untuk terus mengoptimalkan layanan code stroke.
Sementara itu, dr. Hesti H, M.Biomed, Sp.N
Dokter Spesialis Neurologi/Saraf menyebut, program global yang diinisiasi WSO bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan stroke di seluruh dunia.
“WSO Angels Awards tidak sekadar diberikan. Melainkan instrumen strategi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan stroke secara berkelanjutan,” ungkap Hesti.
Terlebih sistem yang diberikan ini dirancang dengan kriteria ketat dan berdasarkan bukti. Implikasi dari Status Emas berdampak pada beberapa hal. Salah satunya pengakuan internasional.
“Penghargaan ini menempatkan RSCK di Bandung Barat dalam jajaran rumah sakit berkualitas tinggi di tingkat global dalam penanganan stroke,” tuturnya.
Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan stroke di RS Cahya Kawaluyan serta motivasi bagi staf medis dan manajemen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka.
Pada kesempatan itu hadir Jidin Abdullah dari Angels Initiative, drg Arnoldus Friedrich John, MM Direktur RS Cahya Kawaluyan, dr Erwin Candra Wiguna, MM Wakil Direktur Medis RS Cahya Kawaluyan.
Serta Jajaran Direksi RS Cahya Kawaluyan, Manajemen Kota Baru Parahyangan, Dinas Kesehatan KBB, Ketua Paguyuban Tatar Kota Baru Parahyangan, Komunitas Seroja, Komunitas Persadia, Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kolega.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








