Perdana di KBB, RS Cahya Kawaluyan Raih World Stroke Organization Angels Awards 2024

- Penulis

Selasa, 24 September 2024 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

World Stroke Organization (WSO) Angels Awards 2024 memberikan penghargaan Gold Status kepada Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, (foto: dok RSCK)

i

World Stroke Organization (WSO) Angels Awards 2024 memberikan penghargaan Gold Status kepada Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, (foto: dok RSCK)

SEKITARKITA.id-  World Stroke Organization (WSO) Angels Awards 2024 memberikan penghargaan Status Emas kepada Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penghargaan ini berkaitan dengan dedikasi dan kualitas pelayanan terbaik dalam penanganan pasien stroke. Mulai dari fase hiperakut hingga pasien yang dipanggil.

Ini menunjukkan RSCK Kota Baru Parahyangan memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke yang ditetapkan World Stroke Organization (WSO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RSCK menjadi salah satu rumah sakit terkemuka di Bandung Barat dalam penanganan stroke dengan standar pelayanan internasional.

Dokter Neurologi/Saraf dr. Debora Hendra, Sp.N mengatakan, prestasi ini semakin bermakna karena hanya sedikit rumah sakit di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan serupa.

“Penghargaan WSO ini diberikan kepada rumah sakit yang telah memiliki komitmen menangani stoke yang sesuai standar internasional, Puji Tuhan, ini kali pertama RSCK Kota Baru ini mendapat penghargaan Status Emas,” katanya saat ditemui usai acara, Senin (23/09/2024).

Ia menjelaskan, RSCK Kota Baru telah memenuhi standar pelayanan salah satunya pasien yang datang dalam periode emas atau datang 3 jam pertama.

“Kita memprioritaskan untuk segera mendapatkan CT scan agar diagnosis stroke nya menjadi tegak dan setelah itu, kita menilai apakah pasien ini merupakan kandidat yang cocok untuk diberikan trombolisis,” jelasnya.

Baca Juga:  Tersandung kasus korupsi, Pj Bupati Bandung Barat resmi jadi tersangka

“Trapi trombolis ini yakni trapi reperfusi untuk mengembalikan aliran darah yang tersumbat sehingga jaringan otak yang kurang oksigen segera mendapatkan suplai darahnya sehingga tidak menjadi kerusakan permanen dan tidak terjadi stroke,” sambungnya.

Pihaknya mengintegrasikan beberapa elemen untuk berhasil mendapatkan status tersebut. Di antaranya trombolisis, kode stroke, dan pendataan kasus stroke ke dalam stroke registry.

Itu yang membuat institusi kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan stroke.

Dokter berparas cantik itu memberkan, stroke iskemik akut merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Trombolisis telah menjadi tonggak utama dalam penanganan stroke iskemik akut.

“Merevolusi prognosis pasien dan mengubah paradigma ‘waktu adalah otak’ menjadi kenyataan klinis,” imbuh Debora.

Efikasi trombolisis sangat bergantung pada waktu pemberian jendela terapeutik optimal dalam 4,5 jam setelah timbulnya gejala.

Meski efikasinya telah terbukti, penggunaan trombolisis masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah risiko pendarahan intraserebral.

“Terdapat risiko pendarahan intraserebral, yaitu sekitar 6% bila dilakukan trombolisis. Seleksi pasien yang baik dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi merupakan upaya kami untuk menurunkan risiko pendarahan.” ucapnya.

Baca Juga:  Target Pajak Bandung Barat Capai 79 Persen, Bapenda Optimistis Tembus 100 Persen Akhir Tahun

Kemudian jendela waktu pemberian terapi terbatas. Hanya sekitar 5-10 persen pasien stroke yang tiba di rumah sakit dalam jendela waktu trombolisis membatasi akses terhadap terapi ini.

Debora menjelaskan, code stroke adalah protokol yang dirancang untuk mengoptimalkan penanganan pasien stroke akut.

“Fokus utama pada minimalisasi waktu dari kedatangan pasien hingga pemberian trombolisis (door-to-needle time),” katanya.

Implementasi kode stroke telah terbukti signifikan dalam meningkatkan outcome pasien. Ada pun penelitian di Rumah Sakit Pusat Universitas Helsinki menunjukkan, penerapan kode stroke dapat mereduksi median waktu door-to-needle. Mulai dari 105 menit menjadi hanya 20 menit.

Selanjutnya peningkatan angka proporsi pasien yang menerima trombolisis dari 14 persen menjadi 48 persen.ditangani dengan kode protokol stroke memiliki peluang lebih tinggi.

“2,4 kali lebih tinggi untuk mencapai hasil fungsional yang baik pada 3 bulan pasca-stroke,” bebernya.

RS Cahya Kawaluyan telah berkolaborasi dengan Angels Initiative Indonesia, yaitu program global yang diinisiasi WSO, untuk terus mengoptimalkan layanan code stroke.

Sementara itu, dr. Hesti H, M.Biomed, Sp.N
Dokter Spesialis Neurologi/Saraf menyebut, program global yang diinisiasi WSO bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan stroke di seluruh dunia.

Baca Juga:  Travis Scott, Putri Stormi Membantu di Houston Holiday Toy & Foods Energy

“WSO Angels Awards tidak sekadar diberikan. Melainkan instrumen strategi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan stroke secara berkelanjutan,” ungkap Hesti.

Terlebih sistem yang diberikan ini dirancang dengan kriteria ketat dan berdasarkan bukti. Implikasi dari Status Emas berdampak pada beberapa hal. Salah satunya pengakuan internasional.

“Penghargaan ini menempatkan RSCK di Bandung Barat dalam jajaran rumah sakit berkualitas tinggi di tingkat global dalam penanganan stroke,” tuturnya.

Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan stroke di RS Cahya Kawaluyan serta motivasi bagi staf medis dan manajemen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

Pada kesempatan itu hadir Jidin Abdullah dari Angels Initiative, drg Arnoldus Friedrich John, MM Direktur RS Cahya Kawaluyan, dr Erwin Candra Wiguna, MM Wakil Direktur Medis RS Cahya Kawaluyan.

Serta Jajaran Direksi RS Cahya Kawaluyan, Manajemen Kota Baru Parahyangan, Dinas Kesehatan KBB, Ketua Paguyuban Tatar Kota Baru Parahyangan, Komunitas Seroja, Komunitas Persadia, Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kolega.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif
Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB