SEKITARKITA.ID- Warga Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaan mereka terkait keterlambatan penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Bulog pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Sebanyak 1.514 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Namun, hingga sore hari, bantuan tersebut belum juga tiba.
Lurah Tanjung Mekar, Haris Suhendi, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh beberapa kendala teknis dalam proses distribusi bantuan sosial di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, salah satu penyebab utama adalah adanya perbedaan pada nomor barcode yang mengakibatkan pencarian data menjadi tidak berurutan dan memerlukan waktu lebih lama.
“Kami mendapatkan informasi adanya beberapa kendala teknis dalam pelayanan, terutama terkait perbedaan nomor barcode. Hal ini membuat kami harus melakukan pencarian secara tidak berurutan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka data barcode tersebut,” ungkap Haris Suhendi.
Selain itu, Haris juga menambahkan bahwa sistem operator yang mengalami gangguan turut berkontribusi terhadap keterlambatan.
“Banyak warga yang sudah mengantre untuk mengambil bantuan, namun ada kendala dari sistem operator yang sedang bermasalah, sehingga terjadi keterlambatan dalam penginputan data, pengambilan gambar, dan proses yang dilakukan melalui aplikasi,” tambahnya.
Haris Suhendi menjelaskan bahwa memikirkan selalu berusaha untuk mempersiapkan dan berdiskusi dengan tim pelaksana.
“Biasanya, tidak ada kendala dalam pelaksanaannya, namun kali ini kami menangani masalah teknis yang tidak terduga. Masyarakat terus berdatangan ke kelurahan, dan kami tidak mengantisipasi masalah teknis ini dengan baik,” jelas Haris.
Sebagai langkah antisipasi ke depannya, Haris berjanji untuk lebih siap dalam menghadapi potensi masalah serupa.
“Kami akan memastikan bahwa proses pengambilan bantuan berjalan lebih cepat, tanpa membatasi masyarakat yang datang. Siapapun yang datang akan kami layani dengan cepat, sehingga mereka bisa segera pulang,” tambahnya.
Haris juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang terdampak akibat kendala teknis tersebut.
“Kami mohon maaf atas masalah ini. Gangguan teknis, baik dari administrasi nomor barcode maupun aplikasi online, menjadi faktor penyebab keterlambatan. Kami akan berupaya memperbaiki dan mengantisipasi hal ini di masa mendatang,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Haris mengimbau warga untuk lebih sabar dan tertib dalam proses pengambilan bantuan.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih sabar dan tertib saat mengambil bantuan. Jika kondisi di kelurahan sedang penuh, kami harap warga bisa menyesuaikan waktu pengambilan agar proses berjalan lebih lancar,” tutupnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








