Polisi Selidiki Terkait Pelaku Peledakan SMAN 72 dengan Terorisme di Media Sosial

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kepolisian akan memantau aktivitas media sosial keterkaitan dugaan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat (7/11/2025). Mengingat, mencapai kini motif dari aksi peledakan tersebut masih belum jelas, yang diduga dilakukan oleh seorang siswa di sekolah tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, pihak kepolisian telah melakukan pengawasan terhadap media sosial tersangka pelaku peledakan. Tindakan ini dilakukan guna mengungkap kemungkinan terkait aksi peledakan di SMAN 72 Jakarta dengan jaringan terorisme.

“Petugas Densus 88 meneliti apakah hal ini keterkaitan dengan pelaku aksi teror lainnya. Termasuk mengenai motifnya, yang menjadi kewenangan Densus,” ungkapnya di Polda Metro Jaya, Sabtu (8/11/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, mencapai sementara waktu belum ditemukan hubungan antara ledakan di SMAN 72 Jakarta dengan ancaman bom di beberapa sekolah yang terjadi sebelumnya. Meskipun, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kemungkinan hal tersebut.

“Itu pasti akan diteliti oleh Densus, pihak-pihak yang berkompeten keterkaitan sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Masih akan kita lakukan penyelidikan,” kata Budi.

Senjata yang terlihat di dekat pria yang jatuh setelah ledakan di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). – (Dok AdinJava)

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa ada pilihan barang bukti yang telah disita oleh tim di lapangan. Beberapa di antaranya adalah tulisan dan bubuk yang diduga menjadi penyebab terjadinya ledakan di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Poco M6 Plus resmi hadir dengan Snapdragon 4 Gen 2 AE, kamera utama 108MP, dan pengisian daya 33W

Ditemukan beberapa bukti pendukung yang sementara waktu sedang kami kumpulkan. Terdapat tulisan serta barang bukti berupa bubuk yang diduga mempunyai potensi dikarenakan ledakan,” ungkapnya di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

Ia menyampaikan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut. Selain itu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap media sosial serta lingkungan keluarga tersangka pelaku.“Nanti secara khusus, setelah selesai tentunya akan diumumkan secara resmi,” tutur Sigit.

 

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengungkapkan, pihaknya menemukan indikasi paparan konten media sosial yang berpotensi memengaruhi terduga pelaku dalam melakukan tindakan meledakkan. Menurutnya, temuan tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi).

“Saya pikir ini perlu mendapat perhatian, khususnya dari Komdigi. Mungkin saja diperlukan upaya sistem perlindungan yang lebih ketat keterkaitan dengan berbagai jenis konten negatif, agar bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak,” tutur Margaret.

Ia juga menegaskan kepada orang tua untuk secara aktif mengatur rutinitas anak-anak mereka. Menurutnya, pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap aktivitas anak dalam hidup nyata, namun juga di media sosial.

Baca Juga:  Redmi Notice 14 Pro+ mungkin saja memakai SoC Dimensity 7350

“Ternyata pengawasan terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan rutinitas di dunia nyata, namun juga dengan aktivitas mereka saat berada di dunia maya atau siber,” kata Margaret.

Senapan yang terlihat dalam foto pria yang berbaring di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara ternyata mempunyai tulisan-tulisan. Dari tulisan-tulisan tersebut terdapat nama-nama pelaku penembakan di masjid di Eropa dan Kanada.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri melakukan pengamanan lokasi kejadian di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025). AdinJava/Thoudy Badai – (AdinJava/Thoudy Badai)

Beberapa nama yang tertera dengan cat putih pada senapan laras panjang adalah Brenton Tarrant, Luca Traini, dan Alecandre Bissonette. Senapan tersebut, yang belum diketahui keasliannya, berada di dekat kaki seorang pria yang tampak tergeletak dan mengalirkan darah dari bagian kepalanya.

Brenton Tarrant (berusia 28 tahun) merupakan pelaku dua serangan teroristik yang terjadi secara berurutan di Christchurch, Selandia Baru, pada tanggal 15 Maret 2019. Serangan tersebut dilakukan saat shalat Jumat, pertama kali di Masjid Al Noor di Riccarton pada pukul 13.40 dan kemudian di Linwood Islamic Center pada pukul 13.52. Secara keseluruhan, 51 orang gugur dan 89 lainnya merasakan luka-luka, termasuk 40 orang yang terkena tembakan. Pelaku berasal dari Australia.

Baca Juga:  Redmi 13 5G dapatkan kesempatan mencoba secara langsung sebelum diumumkan

Untuk saat ini, Luca Traini merupakan pelaku penembakan di kota Macerata, Marche, Italia pada 3 Februari 2018. Pria berusia 28 tahun tersebut menembak enam imigran dari Afrika sambil mengemudikan mobil Alfa Romeo 147. Traini juga menyerang kantor pusat Partai Demokrat Italia yang sedang berkuasa. Setelah kejadian tersebut, Traini menggunakan bendera Italia di bahunya dan mengangkat tangannya sebagai tanda hormat fasis.

Alexandre Bissonnette (27) merupakan pelaku penembakan di Masjid Pusat Kebudayaan Islam di wilayah Sainte-Foy, Kota Quebec, Kanada pada 29 Januari 2017. Enam jamaah gugur dan lima orang lainnya merasakan luka parah setelah shalat magrib ketika seorang pria bersenjata memasuki ruang ibadah beberapa menit sebelum pukul 8 malam. Bissonnette melakukan penembakan sepanjang sekitar dua menit.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB