SEKITARKITA.id – Seorang pria paruh baya AN (56) di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditangkap polisi setelah diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak.
Kasus ini mencuat usai video viral di media sosial memperlihatkan pelaku nyaris dihakimi massa.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas PPKBPPPPA KBB, Rini Haryani, mengungkapkan bahwa jumlah korban yang diduga mengalami pelecehan bisa mencapai lebih dari 10 anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun ada kemungkinan korban lebih dari 10 orang, karena pelaku melakukan pelecehan sudah sejak lama,” kata Rini, Senin (15/9/2025).
Menurut Rini, pihaknya baru memberikan pendampingan hukum kepada dua anak korban yang paling terdampak secara psikologis. Pendampingan tersebut meliputi proses visum serta pemulihan pasca trauma (trauma healing).
“Meski begitu, tidak menutup kemungkinan delapan anak lain juga akan kami lakukan asesmen. Kalau pun tidak dilakukan visum, kami tetap berikan pemulihan pasca trauma,” tambahnya.
“Selain proses hukum, DPPKBPPPPA KBB juga memastikan seluruh korban akan mendapatkan pendampingan, baik hukum maupun pemulihan psikologis, agar bisa kembali beraktivitas tanpa trauma berkepanjangan,” sambungnya.
Viral di Medsos, Pelaku Nyaris Dihajar Massa
Video amatir yang diterima redaksi, warga memperlihatkan pria berjaket loreng dengan penutup kepala hitam nyaris dipukul massa usai kepergok hendak melakukan aksi pelecehan.
Beruntung, aparat kepolisian setempat segera turun tangan dan mengamankan pelaku sebelum terjadi tindakan main hakim sendiri.
Peristiwa itu bermula ketika pelaku tertangkap basah hendak melakukan pelecehan terhadap seorang anak. Warga yang emosi langsung mengamankannya dan menyerahkan kepada aparat kepolisian Polsek Padalarang Polres Cimahi.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan bahwa pelaku berinisial AN telah diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.
“Sudah kita amankan, sekarang terduga pelaku masih dalam pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Cimahi,” ujar Gofur.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku serta memastikan jumlah korban sebenarnya.
“Informasinya korban lebih dari satu orang. Sampai sekarang masih kami pastikan berapa korbannya. Yang pasti kasus ini sudah kami tangani, perkembangan selanjutnya akan disampaikan,” jelasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








