Dorong Pendidikan Politik, Dede Yusuf Ajak Kader DPC Demokrat KBB Tolak Politik Transaksional

- Penulis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi usai menghadiri pendidikan politik DPC Partai Demokrat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi usai menghadiri pendidikan politik DPC Partai Demokrat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi menegaskan pentingnya penguatan pendidikan politik bagi masyarakat dan kader partai sebagai salah satu kunci kemajuan demokrasi di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan pembekalan politik di acara Pendidikan Politik DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar di Grand Hani Hotel, Lembang, pada Sabtu (09/08/2025), dihadiri perwakilan kader dan ketua ranting desa se Bandung Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengingatkan bahwa pendidikan politik merupakan amanat undang-undang yang juga menjadi bagian dari tugas partai politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan wadah strategis untuk membekali kader dengan wawasan politik yang benar, termasuk memahami teknis, mekanisme, dan dinamika pemilu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi usai menghadiri pendidikan politik DPC Partai Demokrat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Sesi wawancara Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi usai menghadiri pendidikan politik DPC Partai Demokrat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Pendidikan politik ini sangat bermanfaat, apalagi kita bisa berdiskusi langsung. Ada banyak strategi yang memang tidak bisa selalu dibicarakan di ruang publik, tapi di forum seperti ini kita bisa membahasnya secara lebih dalam,” ujar Dede Yusuf.

Baca Juga:  DK SEVENTEEN Mempesona dalam Y Magazine x AMUSE Winter 2024 Issue – Kpoppie – Loader Data

Ia menekankan bahwa setiap daerah pemilihan (dapil) idealnya mampu merebut minimal satu kursi legislatif. Namun, kenyataannya masih ada beberapa dapil yang belum memiliki peluang besar.

Dede mencontohkan Dapil Lembang dan Padalarang sebagai wilayah yang memiliki potensi besar jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara partai politik dengan penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu.

Hal ini penting agar kader memahami sudut pandang kedua lembaga tersebut, terutama dalam hal mekanisme kampanye, proses penghitungan suara, serta penyelesaian perselisihan hasil pemilu.

Dede Yusuf yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu mengungkapkan bahwa popularitas dan elektabilitas seorang calon tidak akan berarti tanpa kedekatan langsung dengan masyarakat.

“Jangan menunggu momentum, sapa masyarakat setiap saat. Politik itu bukan hanya soal baliho atau gambar, tapi soal hadir dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya praktik politik transaksional yang dinilainya merusak kualitas demokrasi. Menurutnya, Partai Demokrat berkomitmen untuk menekan praktik tersebut melalui revisi undang-undang pemilu, dengan mendorong pola kampanye yang lebih mendekatkan kader kepada masyarakat tanpa iming-iming materi.

Baca Juga:  Dugaan Pembrangusan Serikat, Ribuan Massa FSPMI Jabar Siap Kepung PT Namasindo Plas

“Politik transaksional ini bahaya. Kalau masyarakat tidak merasakan kehadiran kita, jangan berharap dukungan. Popularitas penting, tapi yang utama adalah membangun kepercayaan,” tambahnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru