[ad_1]
Rintisan lingkungan asal Semarang, LindungiHutan, baru saja memperkenalkan tampilan website online (beranda) terbarunya seiring dengan perayaan tahun baru 2025. Mengusung tema #NewYearNewLook, LindungiHutan memberikan akses pengalaman aksi virtual penghijauan yang lebih informatif dan mudah diakses oleh penggunanya.
Beranda baru ini dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan aksi konservasi mangrove secara lebih non-public dan interaktif. Dengan tata letak yang baru, LindungiHutan ingin memastikan setiap pengunjung bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut tampilannya beranda baru Lindungi Hutan:
1. Program penanaman pohon
Terdapat skema penawaran kerja sama yang bisa diunduh dengan mudah. Setiap individu pun dengan mudah membuat kampanye penghijauan secara mandiri.
2. Portofolio kerja sama dengan berbagai mitra
Lebih dari 590 perusahaan dan merek telah bekerja sama dengan LindungiHutan dalam aksi penghijauan.
3. Laporan dampak sosial
Terdapat laporan dampak sosial antar-jemput LindungiHutan sampai sementara waktu seperti jumlah pohon yang tertanam, karbon terserap, luasan lahan yang ditanami, sampai jumlah mitra yang telah bekerja sama. Information tersebut akan diperbarui secara berkala.
4. Pilihan layanan aksi hijau
Berbagai program kerja sama yang bisa dilakukan oleh perusahaan dan merek mencakup aksi CSR penanaman pohon, perhitungan emisi melalui penggantian kerugian karbonkerja sama melalui seminar/webinar, sampai layanan laporan dan pemantauan aksi penghijauan.
5. Kisah sukses klien
Terdapat testimoni klien yang telah bekerja sama dengan LindungiHutan mulai dari mitra petani dengan begitu perusahaan.
6. Rekomendasi lokasi penanaman
Terdapat 39 rekomendasi lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia.
“Pembaruan beranda ini adalah langkah kami untuk menjadikan LindungiHutan lebih dekat dengan masyarakat dan mitra, mempermudah setiap orang untuk berkontribusi dalam aksi penghijauan dengan cara yang lebih interaktif, informatif, dan non-public,” ungkap Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.
[ad_2]
Sumber: vritimes








