Pro Kontra Gerai Kopdes di SMPN 1 Sindangkerta, DPRD KBB: Pendidikan Harus Tetap Prioritas

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

i

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di lahan SMP Negeri 1 Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menuai sorotan tajam publik dan memicu polemik di tengah masyarakat.

Isu ini menjadi perbincangan hangat setelah muncul kekhawatiran bahwa pembangunan koperasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD KBB, Hj. Nur Djulaeha, S.IP, mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar rapat gabungan lintas komisi untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, DPRD perlu mencari titik temu antara keberlanjutan program nasional Koperasi Merah Putih dengan kepentingan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

“Hari ini kami akan rapat gabungan dengan beberapa komisi untuk membahas hal ini. Jadi nanti setelah dibahas, baru saya sampaikan secara lengkap,” ujar Nur Djulaeha kepada Bangbara.com, sebagaimana dilansir Sekitarkita.id, Senin (5/1/2026).

Ia menegaskan, pembangunan koperasi sebagai bagian dari program strategis nasional tentu memiliki tujuan baik, namun tidak boleh mengesampingkan fungsi utama sekolah sebagai pusat pendidikan.

Baca Juga:  Hujan Abu Batubara, PT Alloy Indo Lebih Milih Bungkam Pasca Dihentikan Beroperasi Sementara Oleh DLH KBB

Senada, Anggota Komisi IV DPRD KBB, Wendi Sukmawijaya, menilai bahwa polemik pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di lahan SMPN 1 Sindangkerta harus dilihat dari dampaknya terhadap proses belajar mengajar, bukan semata dari sisi status lahan.

“Kalau saya lihat ceritanya, selama tidak mengganggu belajar mengajar di SMP 1 Sindangkerta, ya tidak masalah. Tapi tetap harus diperhatikan, pendidikan itu penting, jadi jangan sampai terganggu,” ujar Wendi.

Polemik ini mencuat setelah unggahan akun Instagram @cepmuhlisin viral dan ramai diperbincangkan warganet.

Postingan akun Instagram @cepmuhlisin
Postingan akun Instagram @cepmuhlisin

Hingga berita ini ditayangkan, unggahan tersebut telah dibaca lebih dari 1.600 kali dan memicu sedikitnya 93 komentar.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyampaikan keberatan atas rencana pemanfaatan lahan sekolah untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.

Disebutkan bahwa lahan yang akan digunakan bukanlah area kosong semata, melainkan mencakup fasilitas penting sekolah seperti area parkir, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, hingga ruang kelas IX-1 dan IX-2.

Informasi itu diklaim benar dan saat ini tengah dalam tahap pembahasan oleh Bupati Bandung Barat.

Baca Juga:  Atlet NPCI Jaenal Aripin Harumkan Nama Bandung Barat, Raih Medali Emas di Ajang Internasional

Meski mengakui bahwa secara legalitas lahan tersebut merupakan tanah carik Desa Sindangkerta, akun @cepmuhlisin menegaskan bahwa di atas lahan itulah proses pendidikan berlangsung setiap hari.

Hilangnya ruang-ruang vital sekolah dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa maupun guru.

Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi, S.Pd., membenarkan bahwa rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di area SMPN 1 Sindangkerta memang tengah dibahas secara serius.

Hal itu disampaikan usai Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD KBB pada Senin, 29 Desember 2025 lalu.

“Justru itu yang menjadi polemik, sehingga kami akan segera melakukan rapat gabungan beberapa komisi, di antaranya Komisi 1, 2, dan 4. Pastinya SMP 1 itu tidak akan dibongkar,” tegas Mahdi.

Ia memastikan bahwa opsi yang dikaji adalah pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah, tanpa mengorbankan bangunan maupun kegiatan pendidikan.

DPRD KBB pun berkomitmen untuk segera memusyawarahkan persoalan ini agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di masyarakat.

Namun hingga Senin, 5 Januari 2026 belum ada kepastian soal rencana pembangunan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di lahan SMP Negeri 1 Sindangkerta.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan/berbagai sumber

Berita Terkait

Aksi Protes Warga! Proyek Galian Diduga Ilegal di Jayamekar Padalarang Ditutup Paksa
Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa
Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola
Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah
Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan
Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin
Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:31 WIB

Aksi Protes Warga! Proyek Galian Diduga Ilegal di Jayamekar Padalarang Ditutup Paksa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:11 WIB

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:08 WIB

Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Berita Terbaru