SEKITARKITA.id– Acara Abdi Nagri Nganjang ka Warga edisi ke-12 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Lapangan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Jumat malam (20/6/2025), tercoreng oleh insiden pencopetan yang menimpa sejumlah peserta, termasuk pegawai pemerintahan.
Salah satu korban adalah Jaya, pegawai Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Bekasi, yang mengaku kehilangan ponsel saat menjalankan tugas pengawalan tamu VIP dalam acara tersebut.
“Saat awal bertugas, ponsel saya masih terdeteksi di sekitar kelurahan. Tapi setelah tamu pulang dan saya kembali ke area acara, ponsel saya sudah hilang. Bahkan rompi saya ditemukan dalam kondisi sobek,” ungkap Jaya kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, upaya pelacakan melalui Find My Device menunjukkan ponsel tidak lagi aktif dan lokasinya tidak dapat dilacak.
“Cek Find My Device, HP sudah tidak aktif dan posisi sudah hilang,” tambahnya.
Sementara itu, insiden pencurian juga dialami oleh pengunjung. Reni (38), warga yang turut menyaksikan hiburan rakyat, kehilangan ponsel saat kerumunan memadati area panggung.
“Dari sore saya sudah di sini. HP saya taruh di tas, tapi pas acara makin ramai dan dorong-dorongan, tiba-tiba HP saya sudah tidak ada,” ujarnya.
Acara Nganjang ka Warga merupakan bagian dari program unggulan Pemprov Jabar untuk menghadirkan layanan publik, panggung hiburan, serta interaksi langsung antara pejabat pemerintah dan masyarakat.
Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) beserta jajaran, dan Bupati Bekasi, Ade Kuswara serta kolega.
Namun, peristiwa kehilangan ini menjadi catatan penting terkait keamanan dan pengawasan dalam pelaksanaan acara publik berskala besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia maupun aparat kepolisian setempat terkait dugaan pencopetan tersebut.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








