[ad_1]
Jakarta, 15 Januari 2025 – Kerja sama antara India dan india memasuki paradigma baru dalam bidang pengelolaan sumber daya hayati, pertanian inovatif dan energi terbarukan dengan unsur dari sektor-sektor tradisional. Sebelumnya, beberapa produsen rumput laut mengatasi tantangan regulasi di India agar lebih mudah beroperasi di india dengan memberikan solusi praktis dan peluang untuk berkolaborasi. Tetapi, pada Desember 2024 lalu, terdapat kerja sama baru dalam bentuk produk penyembuh tradisional yang mudah didapat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, yakni ayurveda dan jamu.
Seperti diketahui, Ayurveda telah lama dikenal akan manfaat terapeutiknya dan populer secara global sebagai pengobatan alternatif yang terstruktur serta dukungan dari ilmu pengetahuan. Lebih dari 70% dari 1,3 miliar penduduk India memakai sistem perawatan kesehatan tradisional atau non-alopati. Ayurveda meliputi pengobatan natural, pedoman nutrition, rekomendasi pendekatan hidup, dan pendekatan kesehatan holistik. Saat ini, jamu merupakan budaya pembuatan penyembuh tradisional yang sudah mengakar secara turun temurun dengan memakai tumbuh-tumbuhan yang lebih bervariasi di Indonesia. Memberikan solusi kesehatan memang lebih cepat, alami dan murah, tetapi keahlian dalam menerapkan praktik tradisional dan jumlah orang yang menjadi peracik sekaligus reseller jamu semakin mengurangi imbas dari urbanisasi yang disertai penawaran kerja dengan gaji tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menjawab tantangan ini, muncullah lembaga baru dalam hubungan bilateral India-india dalam pengembangan penyembuh tradisional yang bernama Indonesia-India Bioresource Consortium (IIBC) yang dibentuk di Bandung di bawah naungan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Para ilmuwan dan mahir yang terlibat akan berkolaborasi dengan para mahir dan ilmuwan India. IIBC bertujuan mentransformasi sektor penyembuh tradisional Indonesia, mengatasi tantangan seperti kekurangan struktur, standar peraturan, dan pengakuan global dengan cara membuat katalog tanaman penyembuh, membuat standar regulasi, dan melatih para praktisi. Terlebih lagi, IIBC juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan standar jamu ke tingkat Ayurveda yang disertai dengan kerangka kerja yang teratur dan tervalidasi secara ilmiah.
Salah satu program yang dimiliki IIBC adalah pelatihan untuk para praktisi jamu dalam metodologi trendy, dengan begitu mereka bisa berkontribusi secara bermakna terhadap ekonomi berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam hayati sambil melestarikan pengetahuan tradisional. Dengan begitu, kolaborasi ini melahirkan Financial institution Penyembuh Bersama (Joint Drugs Financial institution). Berkat tujuan mencapai program yang dimiliki, IIBC mengharapkan bisa menjembatani kumpulan generasi dan bisa diwarisi mencapai turun temurun dan mereplikasi keberhasilan organisasi ini untuk sektor pengobatan tradisional Indonesia.
Duta Besar India untuk Indonesia, Mr Chakravorty, menekankan perlunya adanya kolaborasi dengan menyoroti perbedaan jamu yang masih bersifat casual. Saat ini, Ayurveda telah berevolusi menjadi sistem medis formal dan sudah mendunia. Baginya, mentransformasikan jamu melalui kemitraan dengan India bisa meningkatkan pengakuan global dan validasi ilmiahnya dan mendorong pertumbuhan timbal balik bagi kedua negara dalam sistem pengobatan tradisional, mengingat kedua negara ini mempunyai iklim tropis dan kekayaan tanaman penyembuh.
[ad_2]
Sumber: vritimes







