Puluhan Warga Ciburuy Ngadu ke Dedi Mulyadi, Rumah Huni Bakal Dibongkar Tanpa Kompensasi

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan bangunan rumah huni di kawasan wisata Situ Ciburuy, Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal di bongkar (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ratusan bangunan rumah huni di kawasan wisata Situ Ciburuy, Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal di bongkar (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menertibkan tanpa merelokasi rumah dan bangunan permanen di kawasan wisata Situ Ciburuy, Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menuai polemik di tengah masyarakat.

Ratusan warga terdampak, khususnya di RW 06, mengadu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pada Selasa 16 September 2025 untuk meminta keadilan dan kejelasan mengenai relokasi serta kompensasi.

Ketua RW 06, Amas, mengungkapkan bahwa mayoritas bangunan yang bakal dibongkar berada di wilayahnya, mencakup rumah huni dan tempat usaha. Menurutnya, sebagian warga sudah membongkar mandiri, namun masih banyak yang bertahan karena keterbatasan biaya dan belum ada kejelasan teknis relokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dilihat, paling banyak itu di RW 06. Total keseluruhan ada ratusan bangunan. Sebagian memang sudah dibongkar mandiri, tapi masih ada yang bertahan karena masalah biaya dan belum ada kepastian relokasi,” ujarnya kepada sekitarkita.id, Rabu (17/9/2025).

Ratusan bangunan rumah huni di kawasan wisata Situ Ciburuy, Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal di bongkar (foto: Abdul Kholilulloh)
Ratusan bangunan rumah huni di kawasan wisata Situ Ciburuy, Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal di bongkar (foto: Abdul Kholilulloh)

Amas menjelaskan, wacana penataan Situ Ciburuy bukan hal baru. Sejak era pengerukan pasca letusan Gunung Galunggung tahun 1982, masyarakat sebenarnya sudah dilarang mendirikan bangunan permanen di sekitar danau. Namun karena kebutuhan, banyak warga tetap membangun tempat tinggal maupun usaha di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Kiprah Politik dan Perjuangkan Ace Hasan Syadzily Terhadap Warga Selama Pandemi dan Partai Golkar Dibukukan

“Dari dulu sudah ada imbauan, tapi warga terpaksa membangun karena kebutuhan hidup dan tidak ada solusi lain,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah pusat, Pemprov Jabar, hingga Pemkab Bandung Barat bisa turun tangan memberikan solusi manusiawi. Warga meminta adanya biaya pendampingan, relokasi yang jelas, hingga kompensasi layak.

“Mayoritas warga di sini bukan orang mampu. Kami mohon ada kebijakan dengan hati nurani. Puluhan warga bahkan sudah mendatangi kediaman Pak Gubernur di Subang, tapi hanya ditemui asistennya,” ujarnya.

Puluhan warga Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ngadu ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (foto: istimewa)
Puluhan warga Kampung Sirnasari, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ngadu ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (foto: istimewa)

Amas juga menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah dengan warga terdampak. Sosialisasi terakhir disebutnya tidak dihadiri pihak Pemkab Bandung Barat, sehingga banyak pertanyaan warga belum terjawab.

“Warga sebenarnya mendukung penataan, hanya saja menunggu kejelasan biaya, lokasi relokasi, dan pendampingan. Kami minta Bupati atau Gubernur hadir langsung menemui warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menyatakan pihaknya telah menerima tembusan resmi terkait program revitalisasi Situ Ciburuy dari Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat dan UPTD PSDA wilayah Sungai Citarum.

Baca Juga:  Produsen Madlib Kehilangan Peralatan Rumah & Lagu dalam Kebakaran Los Angeles

Menurutnya, regulasi jelas melarang bangunan permanen berdiri di area situ, sehingga pembongkaran menjadi bagian dari penataan kawasan wisata.

“Mayoritas bangunan terdampak ada di RW 5, 6, 7, 8, 14, 15, dan 16. Ada rumah huni, ada juga tempat usaha. Sosialisasi sudah dilakukan dan warga diharapkan siap,” ujarnya.

kawasan Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: tangkapan layar video drone tim sekitarkita.id/hen-hen
kawasan Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: tangkapan layar video drone tim sekitarkita.id/hen-hen

Selain rumah tinggal, sejumlah kios dan lapak pedagang juga akan dibongkar. Namun pemerintah desa memastikan pedagang tidak akan kehilangan mata pencaharian karena akan dipindahkan ke lokasi khusus.

“Untuk pedagang, sudah dikomunikasikan dengan dinas terkait agar mereka mendapat tempat khusus. Prinsipnya tidak ada yang dirugikan, apalagi bagi keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Program revitalisasi Situ Ciburuy bertujuan meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan danau. Tahap awal akan difokuskan pada kawasan dekat Balai Pinton serta area wisata lain, termasuk pengerukan sedimentasi.

“Meski mendukung program ini, warga berharap pemerintah memberikan solusi adil agar masyarakat terdampak tidak kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian secara mendadak,” tandasnya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Tanjung Mekar Karawang Kecewa atas Penundaan Bantuan Pangan Bulog



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran
Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Minggu, 13 September 2026 - 21:57 WIB

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Berita Terbaru

Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: istimewa

Bandung Barat

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:57 WIB