SekitarKita.id – Warga Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merasa kecewa dengan keterlambatan penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Bulog, Kamis 10 Oktober 2024.
Sebanyak 1.514 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan beras 10 kg, tetapi sampai Kamis sore, bantuan tersebut belum tiba.
Warga yang menerima informasi untuk datang ke Kantor Kelurahan Tanjung Mekar pada pukul 08.00 WIB, berharap segera mendapatkan bantuan yang telah dijanjikan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, mereka masih belum mendapatkan bantuan yang menjanjikan.
Kusnadi, salah satu warga KPM, menyampaikan rasa kecewanya setelah menunggu sejak pagi tanpa hasil.
“Kami sudah menunggu dari pagi sesuai jadwal dalam undangan, tapi beras bantuan tak datang. Apalagi ini sudah hari kedua kami datang, tapi tetap belum ada kejelasan karena alasan gangguan server dan informasi kami belum ditemukan,” kata Kusnadi.
Kusnadi juga mengungkapkan bahwa pihak kelurahan memberikan penjelasan agar warga bersabar server operator sedang merasakan gangguan.
“Kami berharap ke depannya pembagian dapat dilakukan di setiap RT/RW dengan jumlah penerima yang jelas, juga ada perwakilan dari Kelurahan serta anggota PSM untuk membantu prosesnya,” tambahnya.
Asep, Ketua RT 09 RW 03, juga mengungkapkan keluhan serupa. Ia menyatakan bahwa sejak awal tak ada koordinasi yang jelas keterkaitan penjadwalan pembagian beras.
“Seharusnya Pembagian beras ini, yang diselenggarakan dari Selasa sampai Kamis, dikoordinasikan dengan baik sesuai aturan dari RW 01 sampai RW 15, agar tidak menumpuk seluruh warga di kelurahan ini,” ucap Asep.
Akibat negosiasi dan penjadwalan yang baik, sejumlah besar warga terpaksa mengantri sejak pagi mencapai sore tanpa kepastian.
Menurut Asep, proses distribusi yang tidak terjadwal diperkuat warga, dengan begitu barcode untuk pendataan pun sulit diselesaikan.
Asep berharap agar pihak kelurahan dan pemerintah dapat lebih bijaksana dalam mengendalikan mekanisme penyaluran bantuan sosial.
“Kami mewakili warga berharap pemerintah dapat lebih cepat dan kondusif dalam proses pembagian bansos ke depannya, agar tidak terjadi pembekuan dan warga dapat terlayani dengan baik,” tutupnya.
Tantangan dalam pendistribusian bantuan pangan ini menyoroti pentingnya koordinasi yang baik antara pihak kelurahan dan pemerintah, guna memastikan bantuan yang sudah dijanjikan dapat tersalurkan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








