Rekomendasi untuk Pemerintah Indonesia dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

- Penulis

Rabu, 11 Desember 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2024, Indonesia AIDS Coalition (IAC) bersama Ikatan Mahir Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengadakan pertemuan di kompleks DPR yang membahas percepatan Indonesia menuju bebas AIDS pada 2030. Dalam pertemuan tersebut, beberapa rekomendasi penting diajukan kepada pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat upaya penanggulangan HIV dan AIDS, mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hingga goal global Triple 95s.

Salah satu rekomendasi utama adalah pembentukan Badan Percepatan Penanggulangan Penyakit Menular yang bersifat independen, untuk menggantikan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) yang dibubarkan pada 2017. Badan ini diharapkan bisa menyelaraskan kebijakan keterkaitan HIV dan penyakit menular lainnya, serta memperkuat koordinasi antar sektor yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan HIV di Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan tindakan yang lebih terkoordinasi dan efisien dalam mengatasi HIV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, IAC menekankan perlunya peningkatan anggaran nasional untuk penanggulangan HIV, mengingat ketergantungan Indonesia pada dana donor yang terus menurun. Pada 2022, sekitar 32,3% dari complete anggaran penanggulangan HIV berasal dari pendanaan eksternal. Mengingat itu, diperlukan strategi untuk memobilisasi dana domestik, meningkatkan kontribusi pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan sektor swasta dalam memberi dorongan untuk program pencegahan dan pengobatan HIV.

Baca Juga:  Penjahat Kdrama yang menjadi penjahat di kehidupan nyata

Terakhir, ekspansi penggunaan alat tes HIV mandiri dan adopsi ARV generasi baru juga dianggap kunci untuk menyelesaikan AIDS pada 2030. IAC mendorong pemerintah untuk dapat mempercepatnya distribusi alat tes HIV mandiri dan ARV long-acting yang lebih fleksibel. Tetapi, tantangan utama adalah tingginya harga obat-obatan ini sebab monopoli paten. Untuk alasan itu, Indonesia perlu mendorong produksi obat-obatan generik yang lebih terjangkau agar bisa diakses oleh semua orang dengan HIV (ODHIV) tanpa terkendala biaya. Dukungan politik, anggaran, dan kebijakan yang tepat akan sangat memutuskan dalam mewujudkan Indonesia bebas AIDS pada 2030.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru