Saham GameStop jatuh karena pengecer online game menghadapi persaingan, belanja yang lemah Oleh Reuters

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

(Reuters) -Saham GameStop turun lebih dari 14% pada hari Rabu, karena pengecer online game fisik tersebut melaporkan penurunan pendapatan kuartal keempat karena perlambatan belanja dan meningkatnya persaingan dari perusahaan e-commerce.

Perusahaan yang berbasis di Grapevine, Texas juga mengatakan pada Selasa malam bahwa mereka telah memangkas jumlah pekerjaan yang tidak ditentukan, bergabung dengan perusahaan Jepang. Sony (NYSE 🙂 dan Digital Arts (NASDAQ 🙂 dalam upaya mengurangi biaya karena ketidakpastian ekonomi mempengaruhi pengeluaran yang bersifat diskresioner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GameStop (NYSE 🙂 akan kehilangan lebih dari $700 juta kapitalisasi pasarnya jika kerugian terus berlanjut.

Pada hari Selasa, saham GameStop telah turun hampir 12% tahun ini, karena lingkungan ritel dan e-niaga tetap sangat kompetitif bagi perusahaan, yang pernah menjadi andalan mal-mal di Amerika.

Perusahaan ini memiliki general 4,169 toko pada 3 Februari, dibandingkan dengan 4,413 pada Januari tahun lalu.

GameStop dipuji sebagai pelopor saham meme Wall Side road. Harga saham tersebut naik sebanyak 100 kali lipat selama beberapa bulan pada tahun 2021, sebagian besar disebabkan oleh sentimen pembeli individu yang terhubung melalui discussion board komunitas Reddit WallStreetBets.

Baca Juga:  Wall Side road mendalami posisi strategis Zscaler Oleh Making an investment.com

“Tidak lama setelah kegilaan saham meme dibangkitkan kembali oleh perusahaan media Donald Trump yang menikmati kenaikan harga saham yang besar, sungguh ironis bahwa kakek dari meme telah terpuruk,” kata direktur investasi AJ Bell, Russ Mould.

Saham Trump Media & Era Workforce naik lebih dari 12% pada hari Rabu, sehari setelah debutnya yang luar biasa di Nasdaq.

© Reuters.  Foto file: Pedagang bekerja di bawah papan nama GameStop Corp. (NYSE: GME) di lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City, AS, 8 Agustus 2022. REUTERS/Andrew Kelly/File foto

Mould menambahkan bahwa kurangnya komentar rinci mengenai perdagangan dan keputusan perusahaan untuk tidak mengadakan konferensi telepon pasca-pendapatan berarti “manajemen bersembunyi di balik batu.”

Laba in line with saham penyesuaian pertama GameStop dalam empat kuartal juga gagal mengangkat semangat investor. Pendapatan perusahaan adalah 22 sen in line with saham berdasarkan penyesuaian untuk kuartal keempat yang berakhir 3 Februari, setelah mencapai titik impas pada kuartal ketiga.



[ad_2]

2024-03-28 05:43:51

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru