Saham Kering tergelincir setelah raksasa fesyen memperingatkan penurunan laba semester pertama Oleh Making an investment.com

- Penulis

Rabu, 24 April 2024 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Making an investment.com — Kering (EPA 🙂 saham turun tajam di awal perdagangan Eropa pada hari Rabu setelah perusahaan barang mewah tersebut memperingatkan bahwa mereka akan melihat laba operasional semester pertama yang “jauh lebih rendah”.

Pendapatan Kering pada foundation yang sebanding turun 10% selama tiga bulan yang berakhir pada bulan Maret menjadi 4,50 miliar euro. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh kondisi makroekonomi yang buruk, lalu lintas pejalan kaki yang lebih lesu, dan hambatan nilai tukar mata uang asing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan pendapatan juga dipengaruhi oleh lemahnya permintaan terhadap merek utama Gucci, yang pendapatannya turun sebesar 18% pada foundation yang sama. Namun, angka ini lebih baik dibandingkan konsensus Bloomberg yang turun sebesar 19,4%.

“Kinerja Kering memburuk pada kuartal pertama,” kata Kepala Eksekutif François-Henri Pinault dalam sebuah pernyataan. “Meskipun kami telah mengantisipasi awal tahun yang penuh tantangan, kondisi pasar yang lesu, terutama di Tiongkok, dan reposisi strategis beberapa merek kami, dimulai dengan Gucci, memperburuk tekanan pada topline kami.”

Baca Juga:  Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Akibatnya, Kering kini memperkirakan akan menghasilkan “laba operasional yang jauh lebih rendah pada paruh pertama tahun ini.”

Induk perusahaan Balenciaga sekarang memperkirakan penurunan pendapatan operasional berulang sebesar 40% hingga 45% pada paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan enam bulan pembukaan tahun 2023.

“Penjualan Kering (kuartal pertama) seburuk yang diperkirakan. Namun, visibilitas yang terbatas dan prospek laba yang jauh lebih lemah untuk (tahun fiskal) 2024 tidak diragukan lagi akan membebani saham,” kata analis di UBS dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Sam Boughedda berkontribusi pada laporan ini.



[ad_2]

2024-04-24 17:38:13

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru