SEKITARKITA.id- Warga di sekitar Stasiun Tagogapu, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyambut baik rencana reaktivasi jalur kereta api Padalarang-Cipatat.
Dukungan ini mencuat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan akan mengaktifkan kembali sejumlah jalur kereta api yang sudah lama terbengkalai.
Jalur Padalarang-Cipatat yang memiliki panjang sekitar 17 kilometer termasuk dalam lima jalur reaktivasi prioritas yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat jalur lainnya yakni Banjar–Pangandaran–Cijulang (82 km), Cibatu–Garut–Cikajang (47,5 km), Rancaekek–Tanjungsari (11,5 km), dan Cikudapateuh (Bandung)–Ciwidey (37,8 km).
Kenangan Warga Bandung Barat Soal Jalur Padalarang-Cipatat
Dede (52), warga sekitar Stasiun Tagogapu, mengungkapkan rasa senangnya (sumringah) atas wacana reaktivasi tersebut.
Ia merupakan salah satu dari banyak warga yang pernah merasakan manfaat transportasi kereta api di jalur Padalarang-Cipatat.
“Dulu kalau mau ke Cianjur atau Sukabumi, saya sering naik kereta dari Stasiun Tagogapu. Ongkosnya irit dan waktunya juga cepat,” ujar Dede kepada wartawan dilokasi, Rabu (16/4/2025).
Ia menambahkan, perjalanan dari Tagogapu ke Stasiun Bandung hanya memakan waktu sekitar 15 menit, dengan harga tiket sangat terjangkau, berkisar antara Rp100 hingga Rp200.
“Saya dan keluarga pernah juga ke Bandung naik kereta dari sini. Tidak kena macet, lebih hemat. Mudah-mudahan sama Pak Dedi Mulyadi bisa diaktifkan lagi,” tambahnya.
Kondisi Stasiun Tagogapu Saat Ini
Jalur kereta api Padalarang-Cipatat sempat beroperasi sejak tahun 1884 namun berhenti pada 2013, setelah layanan KA Cianjuran dihentikan.
Faktor utama pemberhentian operasional adalah jumlah penumpang yang menurun, kondisi jalur yang terjal, serta infrastruktur yang mulai usang.
Kini, kondisi Stasiun Tagogapu terpantau terbengkalai. Rel-rel terputus dan tertutup semak belukar, serta bangunan utama mulai dialihfungsikan oleh warga sekitar sebagai tempat tinggal.
Beberapa rumah dinas milik PT KAI di seberangnya pun terlihat rusak berat, bahkan ada yang nyaris roboh.
Warga berharap agar pemerintah tidak hanya mengaktifkan kembali jalur tersebut, tetapi juga memperbaiki infrastruktur agar lebih aman dan nyaman.
“Saya setuju jalur ini dihidupkan lagi, tapi harus dibarengi dengan perbaikan rel dan fasilitasnya. Karena jalurnya lumayan terjal,” tutup Dede.
Dengan antusiasme warga dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, reaktivasi jalur kereta api Padalarang-Cipatat di Bandung Barat diyakini bisa menjadi langkah strategis dalam membangkitkan kembali potensi ekonomi dan konektivitas kawasan.
Komitmen Pemprov Jawa Barat Kembangkan Transportasi Publik
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa reaktivasi jalur kereta api, termasuk Padalarang-Cipatat, menjadi bagian dari strategi untuk memaksimalkan potensi transportasi publik dan pariwisata di wilayah selatan Jawa Barat.
“Reaktivasi kita yang paling dekat jalur kereta dari Bandung sampai Pangandaran. Itu prioritas pertama yang kita selesaikan,” ujar Dedi dalam unggahan kanal YouTube resminya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi kemacetan dan menyediakan moda transportasi alternatif yang murah, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Barat dan sekitarnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








