Setelah Prabowo-Gibran dilantik, Budiman Sudjatmiko: program makan siang dan susu gratis segera dijalankan

- Penulis

Sabtu, 17 Februari 2024 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko (foto: istimewa/ Instagram)

i

Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko (foto: istimewa/ Instagram)

Jakarta | SekitarKita.id,- Pasangan Calon (Paslon) Capres-Cawapres nomor urut 2 akan langsung tancap gas menjalankan program-programnya, begitu resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029.

Hal ini dikatakan, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, ia menjelaskan, salah satu program yang akan langsung diimplementasikan adalah makan siang gratis.

Lalu program unggulan lainnya, kata dia, seperti pemberian susu bagi anak-anak, hal ini sebagai langkah cepat merealisasikan program tersebut, Budiman bahkan menyebut Prabowo-Gibran telah memulai pilot project di Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pilot project sudah jalan dari Januari di Warung Kiara Sukabumi. Satu dapur melayani 16 sekolah dengan total siswa 3500,” kata Budiman di Jakarta, keterangan diterima pada Sabtu (17/02/2024).

Pihaknya tak menampik bahwa perwujudan dari program makan siang dan pemberian susu bagi anak-anak bukan hal mudah. Kendati demikian, ia mengatakan Prabowo-Gibran serius dengan janji tersebut.

“Secara umum persiapan akan dilakukan dengan seksama mulai Maret sampai Oktober 2024,” ujar Budiman.

Baca Juga:  Kadisdik Bandung Barat: Hardiknas 2025 Momentum Perkuat Pendidikan Berkualitas dan Semangat Nasionalisme

Lebih rinci, Budiman menjelaskan persiapan implementasi program tidak bisa setengah-setengah. Karena akan menjangkau banyak masyarakat, maka pengerjaan program juga akan melibatkan banyak pihak.

“Perlu diketahui bahwa meskipun program ini terdengar sederhana seolah sekedar menyiapkan makan siang dan minum susu bagi anak sekolah, tapi karena potensi penerima manfaatnya hingga 82,9 juta anak sekolah se-Indonesia, maka program ini akan menjadi sangat masif dan berdampak positif bagi banyak sektor di Indonesia,” jelas Budiman kembali.

Related Posts

Sejumlah sektor yang disebut Budiman meliputi sektor kesehatan, pendidikan, industri perhubungan hingga pangan. Dalam industri pangan, Budiman menjelaskan bahwa program makan siang dan pemberian susu, setidaknya memerlukan jutaan ton bahan pangan.

Beberapa yang disebut Budiman adalah 6,7 juta ton beras per tahun, 1,2 juta ton daging ayam per tahun, 500 ribu ton daging sapi per tahun, 1 juta ton daging ikan per tahun lalu berbagai kebutuhan sayuran dan buah-buahan hingga kebutuhan 4 juta liter susu sapi segar per tahun.

Baca Juga:  Ifeye menyilaukan di Marie Claire Korea mungkin saja akan 2025: Bintang -bintang K -Pop yang muncul bersinar dalam Debut Pictorial - Kpoppie

“Karena itu program ini memerlukan perencanaan yang matang sejak jauh hari, dan kami sudah mulai bekerja untuk itu,” tegas Budiman.

Kendati memerlukan waktu tenaga yang besar untuk mewujudkan program tersebut, Budiman tetap percaya pada sumber pangan yang dimiliki Indonesia. Selain itu, ia juga menyebut Prabowo-Gibran akan melibatkan pakar dan ahli untuk melancarkan program-program itu.

“Kami meyakini bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran dengan dibantu oleh para pakar dan ahli manajemen yang handal, mampu membangun sistem dan tata kelola yang baik untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi anak-anak sekolah sebagai generasi masa depan Indonesia,” ungkap Budiman.

Selain pakar, Budiman juga memastikan Prabowo-Gibran akan merangkul semua komponen masyarakat untuk turut terlibat dalam upaya menjamin masa depan anak-anak bangsa. Salah satunya dengan melibatkan puluhan ribu desa sebagai basis produksi bahan pangan.

Lebih dari itu, Prabowo-Gibran juga akan mengajak BUMDES, UMKM dan koperasi untuk menjadi penggerak utama tata kelola rantai pasok. Langkah tersebut, tambah Budiman, akan didukung oleh industri pangan nasional dan BUMN yang melengkapi upaya itu dari sisi kapasitas industri pengolahan pangan dan implementasi teknologi.

Baca Juga:  H1-KEY Akan Menghebohkan Fanatik dengan Pertunjukan Are living Pertama Kalinya “In Discovering My KEY” di Seoul

“Dengan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan industri pangan, kami menghitung bahwa tidak semua kebutuhan anggaran pelaksanaan program ini harus disediakan dari APBN. Ada banyak strategi yang inovatif sehingga tidak membebani APBN sepenuhnya,” ujar Budiman menandaskan.

 

Sumber: Bangbara group/Promedia

Editor: Abdul Kholilulloh 

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Macet! Ratusan Buruh Koalisi Tujuh Turun ke Jalan, Demo Kepung Kantor Bupati Bandung Barat
Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik
Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia
Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga
Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara
Terungkap! Mantan Kekasih Diduga Culik Gadis Asal Cililin, Pelaku Ditangkap Polisi di Bali
Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih
Rakerda Bapera Jabar, Wabup Sumedang Ajak Pemuda Nusantara Kawal Program Prioritas Asta Cita

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:24 WIB

Awas Macet! Ratusan Buruh Koalisi Tujuh Turun ke Jalan, Demo Kepung Kantor Bupati Bandung Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15 WIB

Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:55 WIB

Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WIB

Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara

Berita Terbaru