Terenyuh, Kasi Humas Polres Metro Bekasi saat bacakan puisi ‘Merdeka atau Mati’

- Penulis

Senin, 20 November 2023 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,–Hari Pahlawan selalu diperingati di tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi momen untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang berjuang mengusir penjajah dari Indonesia.

Ada yang berbeda dari biasanya dalam memperingati hari pahlawan di Kabupaten Bekasi tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Bekasi AKP Hotma Sitompul hadir mewakili Kapolres Metro Bekasi membacakan puisi yang membuat hati terenyuh.

Ia hadir dalam kegiatan kenduri pejuang Bekasi dalam rangka peringati hari Pahlawan dilaksanakan di Gedung Swatantra Wibawamukti Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Senin 20 November 2023.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bekasi, tokoh Masyarakat, Kepala Kecamatan dan para tokoh pemuda.

“Hari ini kegiatan kenduri pejuang Bekasi, kami bacakan Puisi dengan judul Merdeka atau mati,” kata AKP Hotma Sitompul.

Dirinya mengungkapkan, dalam kegiatan kenduri tersebut peserta secara bersama – sama membacakan puisi karya Moh Yamin dengan judul Merdeka atau mati,

Baca Juga:  Anggota DPR RI Obon Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Bekasi
Related Posts

Berikut isi puisi di Hari Pahlawan:

Darah di tanah tak bertuan menggenang

Ratusan nyawa melayang

Bergelimpangan di medan perang

Mengangkat panji kemenangan

Seorang pejuang berteriak lantang

Gagah berani memegang senjata lawan penjajah

Dua kata menjadi pilihan

Merdeka atau mati

Tubuh kekar dihujani peluru

Penuh lubang di sekujur tubuh

Darah bercucuran mereka tetap tegak berdiri

Sekali lagi lantangkan merdeka atau mati.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Tweddy Aditya Bennyahdi melalui Kasi Humas menyampaikan pesan, dalam rangakaian kegiatan dan dibacakanya puisi tersebut dapat membuat hal yang postif untuk para generasi pemuda.

Dilanjutkannya, yakni memotifasi dalam meneruskan perjuangan pahlawan dengan cara belajar yang rajin dan meningkatkan prestasi dalam bidang Pendidikan, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan.

Baca Juga:  Miris, Nasib Memprihatinkan Jamhari Warga Kabupaten Bekasi yang Terlupakan Pemerintah

“Semoga dengan kegiatan tersebut generasi muda dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November ini menjadi momen untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang berjuang mengusir penjajah dari Indonesia.

Hari Pahlawan pertama kali ditetapkan pada 16 Desember 1959 melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Melansir dari situs resmi Pemerintah Kota Semarang, awal mula terciptanya Hari Pahlawan yaitu berasal dari pertempuran di Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945.

Pertempuran tersebut merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Tidak hanya itu, pertempuran Surabaya ini merupakan perang pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pa 17 Agustus 1945.

Perang tersebut berawal dari terbunuhnya Jenderal Mallaby pada 30 Oktober 1945, yang membuat pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia.

Setelah kematiannya, Mallaby digantikan oleh Mayor Jenderal Eric Carden Robert Masergh.

Pada 10 November 1945, Jenderal Eric mengeluarkan ultimatum yang meminta pihak Indonesia untuk menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan dengan Inggris.

Baca Juga:  Debu Kapur Terus Selimuti Permukiman Cipatat, Dinkes KBB Turunkan Tim Pantau Dampak Kesehatan Warga

Jenderal Eric juga memerintahkan para pimpinan Indonesia dan pemuda Surabaya untuk datang selambat-lambatnya pada 10 November 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan.

Tetapi, ultimatum tersebut tidak dilakukan oleh rakyat dan terjadilah pertempuran besar di Surabaya hingga berlangsung tiga minggu lamanya.

Akibat perang itu, sebanyak 20 ribu rakyat Surabaya menjadi korban dan 1.600 tentara Inggris tewas, luka-luka, bahkan hilang.

Karena banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, membuat Kota Surabaya kemudia dijuluki sebaga Kota Pahlawan.

Atas jasa pengorbanan para pahlawan dan pejuan untuk mengusir penjajah Inggris, maka pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Demikian informasi mengenai sejarah Hari Pahlawan yang selalu diperingati setiap tanggal 10 November. (Ari Muhabar)***

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir
Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika
HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri
Perang Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Cimahi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras Ilegal
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
30 Warga Berebut 9 Kursi BPD Desa Padalarang, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 12 September

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:18 WIB

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir

Kamis, 3 September 2026 - 08:51 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 20:03 WIB

Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri

Rabu, 2 September 2026 - 18:02 WIB

Perang Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Cimahi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras Ilegal

Berita Terbaru