Terkuak! Ketua Satgas MBG KBB Beberkan Penyebab Bau Menyengat Ayam di SPPG Cilame

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur SPPG Cilame (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Dapur SPPG Cilame (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Kasus dugaan menu ayam berbau menyengat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya mulai menemui titik terang.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Forkopimcam Ngamprah, TNI/Polri, serta Puskesmas telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 4 Cilame.

“Satgas MBG Kecamatan Ngamprah sudah cek ke lokasi untuk memastikan penyebab keluhan yang sempat viral di media sosial,” ujar Fauzan saat ditemui di Kompleks Pemkab Bandung Barat, Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan di lapangan, Fauzan memastikan bahwa bau menyengat pada menu ayam bukan berasal dari ayam busuk, melainkan dari bumbu rempah yang terlalu kuat.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)

“Bau ayam itu berasal dari rempah-rempah seperti ketumbar dan bumbu lainnya yang terlalu dominan. Anak-anak cenderung tidak menyukai aroma bumbu yang menyengat,” jelasnya.

Menurutnya, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh dapur MBG di Bandung Barat agar lebih menyesuaikan komposisi bumbu dengan karakteristik lidah anak-anak.

Baca Juga:  Rapatkan Barisan, Bapera Bandung Barat siap Menangkan Paslon EDUN

Fauzan juga mengimbau seluruh pengelola SPPG di Bandung Barat untuk memperkuat koordinasi dengan Satgas MBG kewilayahan apabila terjadi persoalan.

“Mekanismenya jelas, ketika ada permasalahan di wilayah, SPPG harus berkoordinasi dengan Satgas tingkat kecamatan. Jika belum selesai, baru naik ke Satgas kabupaten,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus di SPPG Cilame seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat apabila koordinasi dilakukan sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi polemik di media sosial.

Dapur SPPG Cilame (foto: Abdul Kholilulloh)
Dapur SPPG Cilame (foto: Abdul Kholilulloh)

Fauzan menegaskan, Pemkab Bandung Barat bersama seluruh stakeholder mendukung penuh program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

“Program MBG ini sangat baik untuk masa depan generasi. Kami atas nama pemerintah daerah akan terus mendukung dan bersinergi dengan semua pihak, termasuk media,” katanya.

Terpisah, Camat Ngamprah, Agnes Vitganty, mengatakan penelusuran dilakukan sebagai tindak lanjut laporan orang tua siswa terkait aroma tidak sedap pada menu ayam MBG.

“Kami menerima laporan dari wali murid dan langsung turun ke lapangan pada Selasa (20/1) bersama Kapolsek, Danramil, serta Puskesmas,” ujar Agnes saat ditemui di kantor Kecamatan Ngamprah.

Baca Juga:  Viral! Sopir Ojol jadi Sasaran Begal di Bandung Barat, Terdapat 10 Luka Tusuk di Leher

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, distribusi makanan, hingga sanitasi dapur.

Agnes menegaskan tidak ditemukan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat menu MBG tersebut.

“Hasil evaluasi menunjukkan aroma berasal dari bumbu, bukan karena ayam busuk. Ini jadi catatan penting untuk evaluasi menu,” tegasnya.

Meski baru beroperasi, dapur SPPG 4 Cilame dinilai telah memenuhi standar Sanitasi Lingkungan, Higienitas, dan Sistem Pengelolaan Limbah (SLHS).

Bahkan, hasil pemeriksaan kesehatan lingkungan menunjukkan nilai di atas rata-rata dan sesuai SOP Badan Gizi Nasional (BGN).

Dapur tersebut saat ini melayani sekitar 600 penerima manfaat, mayoritas siswa TK dan SD.

Kepala SPPG Cilame, Arif Aulia Akbar, membenarkan adanya laporan dari wali murid TK Lutfiyyah.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Untuk ayam kami pastikan segar dan layak konsumsi. Dugaan sementara memang dari bumbu ketumbar yang terlalu dominan,” jelas Arif.

Ia memastikan seluruh bahan baku berasal dari UMKM lokal dan telah melalui proses penyortiran ketat.

Baca Juga:  Momentum HUT RI ke-79, Wayang Golek Sarana Efektif untuk Sosialisasi Peredaran Rokok Ilegal di KBB

“Tidak ada laporan keracunan makanan hingga saat ini,” tegasnya.

Viral di Grup WhatsApp Wali Murid

Sebelumnya, keluhan aroma ayam MBG ramai diperbincangkan di Grup WhatsApp wali murid TK Lutfiyyah.

“Assalamualaikum ibu, menu ayam MBG hari ini agak bau,” tulis salah satu wali murid.Keluhan tersebut kemudian viral dan memicu sidak Satgas MBG.



Berita Terkait

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Berita Terbaru