[ad_1]
Trendforce memposting laporan tentang produksi ponsel pintar pada Q1 2024, mengungkapkan pertumbuhan tahunan yang menakjubkan sebesar 18,7% dengan overall pengiriman 296 juta unit.
Pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh rendahnya produksi pada awal tahun 2023. Perkiraannya yaitu pada kuartal berikutnya (April-Juni 2024) akan kembali terjadi penurunan jumlah produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
| Perusahaan | Produksi (dalam jutaan) | QoQ | Saham |
| Samsung | 59.5 | 11,2% | 20,1% |
| apel | 47.9 | -39% | 16,2% |
| Xiaomi | 41.1 | -4,6% | 13,9% |
| Menentang | 33.8 | -15,5% | 11,4% |
| Transisi | 29.8 | 1% | 10,1% |
| vivo | 21.7 | -14,9% | 7,3% |
Samsung memimpin pasar ponsel pintar pada Q1 2024, dengan 59,5 juta unit yang diproduksi, diikuti oleh Apple, Xiaomi, Oppo (termasuk OnePlus juga Realme), Transsion (Infinix, Tecno, iTel) juga vivo. Merek-merek ini menguasai 80% pasar ponsel pintar world, juga Samsung sendiri menguasai 20% pangsa pasarnya.
Strategi pasar pada tahun 2023, di mana perusahaan mendorong stok lama juga menunda peluncuran perangkat baru untuk mengosongkan inventaris, memengaruhi information perbandingan dalam beberapa bulan terakhir. Tetapi demikian, Trendforce memperlihatkan bahwa Xiaomi sudah melewati titik masalah persediaan juga telah berhasil meningkatkan investasi di pasar negara berkembang.
Penjualan Oppo terpuruk di kancah domestik di Tiongkok, di mana Honor muncul sebagai pabrikan papan atas. Tetapi, pembuatnya telah mengakhiri masalah paten dengan Nokia juga kini bisa menjual produknya di Eropa. Kembalinya pasar Jerman dijadwalkan pada paruh kedua tahun ini.
[ad_2]
gsmarena








