[ad_1]
Pemilihan oli industri yang tepat untuk aplikasi apa pun memerlukan studi cermat tentang kondisi pengoperasian dan lingkungan yang diharapkan. Kurva dan persamaan dalam berbagai guide pemilihan bantalan memungkinkan pertimbangan pelumas dan kondisi ini relatif terhadap masa pakai lelah dalam hal aspek penyesuaian masa pakai pelumasan.
Berikut ini adalah ilustrasi tentang bagaimana pertimbangan oli industri bisa dibuat dari perspektif kelelahan bantalan saja. Oli industri ISO VG 68 yang digunakan dengan bantalan berdiameter 150 mm yang beroperasi pada 2.000 rpm dan 75 °C akan menghasilkan faktor penyesuaian masa pakai pelumasan sebesar 1,10. Pelumas dan bantalan yang sama yang beroperasi pada 100 rpm dan 50 °C akan menghasilkan faktor penyesuaian masa pakai pelumasan sebesar 0,61. Dalam kedua situasi ini, keputusan untuk merubah oli industri guna menambah atau mengurangi faktor penyesuaian masa pakai bergantung pada persyaratan masa pakai mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam untuk membuat pilihan oli industri yang tepat untuk suatu mesin, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan selain masa pakai lelah. Andaikan, perubahan viskositas pelumas akan memengaruhi suhu pengoperasian bantalan.
Arena kontak antara ujung-ujungnya rol dan rusuk kerucut juga dipisahkan oleh movie. Meski demikian tegangan kontak pada titik persimpangan rusuk dan ujung rol jauh lebih rendah daripada tegangan kontak yang terjadi di garis bantalan, ada aplikasi di mana movie oli industri pada kontak rusuk kerucut/ujung rol tidak cukup untuk mencegah kontak kekasaran. Andai cukup parah, ini bisa mengakibatkan goresan dan/atau pengelasan kekasaran. Ini mungkin saja keterkaitan dengan kecepatan, viskositas oli industri, beban, atau pasokan oli industri yang tidak memadai ke kontak rusuk kerucut-rol. Untuk itu, beban berat (termasuk beban kejut), suhu tinggi, kecepatan rendah dan tinggi, akselerasi cepat, dll., harus segera dipertimbangkan dalam mengevaluasi pelumas dan sistem pelumasan.
Baca juga: Cara Melepas Bearing untuk Diperbaiki
Andai kondisi pengoperasian yang berat diprediksi terjadi, penggunaan pelumas dengan aditif tekanan ekstrem (EP) bisa membantu mencegah kerusakan parah pada kontak rusuk kerucut/rol. Aditif EP adalah bahan kimia kompleks yang, ketika diaktifkan oleh suhu tinggi setempat, membentuk lapisan tipis geser rendah pada kontak, dengan begitu mencegah goresan. Aditif EP biasanya berupa senyawa organik yang biasanya mengandung sulfur, fosfor, klorin, seng, atau zat lainnya. Aditif EP yang paling umum digunakan adalah senyawa sulfur-fosfor.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








