[ad_1]
SekitarKita.id – Verihubs, perusahaan verifikasi identifikasi virtual asal Indonesia, telah mengeluarkan teknologi terkini bernama Deepfake Detection berbasis AI untuk memperkuat keamanan dalam proses e-KYC (digital Know Your Buyer). Teknologi ini bertujuan untuk membantu perusahaan mengatasi ancaman penipuan identifikasi virtual yang semakin kompleks, khususnya dalam menghadapi manipulasi gambar dan video memakai teknik deepfake.
Pengenalan teknologi Deepfake Detection ini menyusul inovasi Verihubs sebelumnya, yakni Face Popularity Merchandising Device. Teknologi terkini ini bisa mengidentifikasi percobaan penipuan dengan memindai gambar dan video secara mendalam, dengan begitu sangat efektif untuk melindungi perusahaan dari risiko deepfake yang mendapatkan manfaat dari AI generatif. Hal ini penting sebab meningkatnya kasus penyamaran dan pemalsuan dokumen virtual belakangan ini menjadi tantangan serius bagi keamanan information pelanggan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Verihubs menyasar berbagai industri yang memakai e-KYC, seperti sektor keuangan, market, sampai layanan ride-hailing dan journey, di mana keamanan information pelanggan menjadi prioritas. Head of AI Verihubs, Brahmastro Kernaraman, menyatakan bahwa mereka terus mengembangkan teknologi ini melalui riset dan uji coba, memastikan kapabilitas deteksi yang lebih kuat seiring kemajuan teknologi deepfake.
Menurut CEO Verihubs, Rick Firnando, teknologi ini tidak hanya meningkatkan proteksi, namun juga membantu perusahaan dalam menjaga efisiensi proses verifikasi identifikasi. Dengan Deepfake Detection, Verihubs memberikan solusi yang lebih andal bagi bisnis virtual untuk menghadapi tantangan penipuan identifikasi di era transformasi virtual yang pesat, dengan begitu perusahaan bisa membangun kepercayaan pelanggan dengan lebih kokoh.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link








