[ad_1]
Viral, SekitarKita.id,- Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria gantung diri di sebuah rumah kontrakan, pada Rabu (3/7/2024).
Belakangan diketahui, pria yang merupakan seorang karyawan pabrik PT AHM di kawasan Karawang, Jawa Barat itu diduga depresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan di salah satu akun media sosial Fb @Ma****, tertulis caption “Karyawan AHM bunuh diri ngontrak di Dangdeur. Jasad ditemukan setelah 2 hari. Diduga gara-gara slot,” cuit @Ma***.
Dikonfirmasi terpisah, kepada jurnalis, Humas Polres Karawang, Ipda Kusmayadi menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan keterkaitan kasus tersebut.
“Masih dalam penyelidikan, tetapi mencapai sementara masih belum ada informasi lebih lanjut keterkaitan kabar tersebut, besar kemungkinan bukan di wilayah Karawang,” katanya seperti dikutip Karawang.inews.id.
Usut punya usut, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa mayat pria dengan kondisi gantung diri itu ditemukan di dalam kamar kontrakan di kawasan Dusun Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa, 2 Juni 2024.
Terpisah, Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain melalui Kapolsek Bungursari, Kompol R Dandan Nugraha Gaos membenarkan bahwa kejadian tersebut merupakan wilayah hukum Polres Purwakarta.
Dandan menyampaikan, dari hasil pemeriksaan petugas di tempat kejadian perkara, ditemukan identifikasi korban berinisial AZU, 21 tahun, warga Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Ia menyampaikan, jasad korban ditemukan oleh temannya sekaligus pimpinan korban di PT AHM, sekitar pukul 14.26 WIB.
“Awalnya teman korban curiga karena itu korban sepertinya tidak masuk kerja tanpa keterangan. Ketika itu, korban seharusnya sedang bekerja shift 3 di PT. AHM. Kemudian dia mencoba menghubungi korban, namun tidak ada jawaban,” tutur Dandan, Rabu, 3 Juli 2024.
Ia menjelaskan, karena itu khawatir, sekitar pukul 07.30 WIB rekan dan pimpinan korban kemudian mengecek rumah kontrakan korban, namun dalam kondisi terkunci rapat.
Kemudian sekitar pukul 14.26 WIB, rekan dan pimpinan korban kembali mengecek rumah kontrakan korban.
“Saat berada di rumah kontrakan korban, saksi lihat ada tali yang tergantung di ventilasi udara rumah kontrakan korban,” terang Dandan.
Saksi yang merasa curiga, lanjut dia, saat itu langsung mengecek dengan memfoto ke arah bawah kontrakan dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia tergantung di tambang warna hijau.
“Mengetahui hal tersebut kemudian saksi melaporkan ke aparat setempat. Mendapatkan informasi tersebut, Kami beserta anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Kemudian bersama tim identifikasi dari Polres Purwakarta langsung melakukan olah TKP,” jelasnya.
Dandan menyebut, berdasar pemeriksaan sementara juga tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh lainnya hanya ada luka di bagian leher akibat jeratan tali pelastik berwarna hijau.
Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri. Untuk motif korban melakukan gantung diri masih dalam penyelidikan.
“Untuk jasad korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan Visum et Repertum,” jelas Dandan menandaskan.
[ad_2]








