Warning! Musim Kemarau, Pj Bupati Ade Zakir Ingatkan Bahaya Potensi Karhutla di KBB

- Penulis

Selasa, 3 September 2024 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warning! Musim Kemarau, Pj Bupati Ade Zakir Ingatkan Bahaya Potensi Karhutla di KBB

Bandung, SekitarKita.id- Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim menghimbau kepada masyarakat akan bahaya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karena disepanjang musim kemarau tahun 2024 hampir setiap harinya terjadi bencana karhutla dari skala kecil mencapai sedang.

Hal ini disebutkan Ade Zakir saat meresmikan Modern Market Lembang Pusat Sayur Buah & Pangan, Senin (2/9/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, potensi karhutla pada musim kemarau panjang seperti yang sementara waktu terjadi cukup tinggi dengan begitu masyarakat perlu berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Kita menghimbau kepada masyarakat dari musim kering dengan jumlah besar lahan yang mudah kebakar laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan memang setiap hari terjadi itu. Jadi himbauan kepada masyarakat agar semua menjaga lahannya dari kebakaran,” tutur Ade kepada jurnalis.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Damkar Bandung Barat, sejauh tahun 2023 jumlah kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) hingga 232 kasus. Peristiwa Kahutla tersebut terjadi dalam rentan waktu awal musim kemarau mencapai puncaknya yakni bulan Juli mencapai Oktober 2023 lalu.

Baca Juga:  Bangkitkan Ekonomi Peternak, Dispernakan KBB Kembangkan Sentra Sapi Perah di Wilayah Selatan

Disisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah menyampaikan dalam kurun waktu empat bulan dari awal musim kemarau mencapai puncaknya kasus Karhutla hingga 232 kasus di wilayahnya.

Related Posts

Ia menjelaskan, setiap bulannya pasti hingga puluhan peristiwa kebakaran yang ditangani Damkar KBB.

“Pada tahun 2023 di bulan Juli terjadi 11 peristiwa, Agustus 54 peristiwa, September 88 peristiwa dan Oktober 79 peristiwa dengan general kejadian Karhutla sebanyak 232 kasus,” tutur Siti belum lama ini.

Dijelaskannya, peristiwa-peristiwa di atas terjadi dimulai dari warga yang memiliki kebiasaan membakar sampah kering dengan begitu merambat ke arena sekitar pembakaran. Tetapi pada saat melakukan aktivitasnya, masyarakat tak siaga dengan begitu api dapat menjalar ke segala arah.

Baca Juga:  Gempabumi M5,6 Pacitan Jawa Timur, Guncangan Kuat Terasa ke Yogjakarta

“Biasanya di musim kemarau kerap terjadi kebakaran di hutan, kebun, alang-alang dengan berbagai penyebab pemicu kebakaran tersebut,” tutur Siti.

Sebab itu menurutnya, Damkar sementara waktu tengah mengantisipasi potensi terjadinya karhutla. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu menuruti setiap imbauan terutama di lahan terbuka. Jangan melakukan aktivitas yang memancing api dengan begitu dapat dikarenakan kebakaran.

“Masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan di musim kemarau. Andai ada imbauan di suatu tempat mohon dipatuhi. Sebab sekarang musim kemarau api sekecil apapun gampang sekali terpacu menjadi api besar,” tandasnya.

Potensi kebakaran lahan dan hutan di musim kemarau juga termasuk di kawasan Perhutani, terutama di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lembang. Karena itu Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lembang telah bersiaga mengantisipasi kebakaran hutan yang kerap terjadi di wilayah rawan.

Demikian disampaikan Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna. Ia mengatakan kesiagaan ini didukung oleh mitra KPH dan pariwisata. Bahkan pihaknya jug telah memetakan beberapa titik yang dianggap berisiko tinggi.

Baca Juga:  Aksi Sadis Gagal! Pelaku Percobaan Curas Sopir Lalamove di KBB Diciduk, Terancam 8 Tahun Penjara

“Wilayah seperti Cisarua menjadi perhatian utama kami. Di sana, pengawasan dilakukan oleh pekerja yang merawat tanaman rumput gajah, kopi, dan pohon pinus. Potensi kerugian besar bisa terjadi apabila kebakaran merambat ke lokasi sadapan pinus karena akan menghilangkan sumber pendapatan,” kata Cucu kepada wartawan belum lama ini.

Selain badan atau instansi terkait, kerja sama dengan masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan. Apalagi, saat kemarau tiba, peternak sapi sering mencari rumput hingga ke dalam hutan. Tantangan lainnya adalah minimnya jumlah petugas.

“Saat ini, dari luas kawasan 4.100 hektare, hanya 13 orang petugas yang tersisa karena banyak yang sudah pensiun,” jelasnya.

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB