9 Petinggi partai politik Pengusung Edun Geruduk Gakumdu KBB, Minta Tindak Tegas Pelaku Politik Uang

- Penulis

Rabu, 27 November 2024 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

KBB, BANGABARA.COM- Tepat pada Selasa, 26 November 2024 malam, sebanyak sembilan petinggi Parpol pengusung pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Edi Rusyandi dan Unjang Asari (Edun), mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

Langkah ini dilakukan untuk mendesak Bawaslu mengusut tuntas dugaan praktik politik uang yang mencuat dalam Pilkada Bersamaan 2024.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan dilokasi, para petinggi partai tersebut tiba di kantor Bawaslu sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka diantaranya adalah Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lysa Veronica, Ketua PKB Asep Dedi, Ketua PPP Muhamad Yusup Hasanudin.

Lalu kemudian, Ketua Partai Ummat Suryana, Ketua Partai Garuda Ahmad Ismail, Ketua PBB Fanji Swara, Sekjen Golkar Asep Miftah, Sekjen PKN Else, dan Sekjen Hanura Reza. Rombongan ini turut didampingi kuasa hukum paslon Edun, Eber Simbolon.  

“Kami hari ini bersama 9 petinggi parpol pengusung paslon Edun mendatangi Bawaslu untuk memberikan dukungan agar mereka mungkin bisa menindak pelanggar politik uang. Siapapun pelakunya, harus segera diusut tuntas,” tegas Eber Simbolon kepada media.  

Baca Juga:  Arus balik mudik, Polres Cimahi kerahkan anjing pelacak di rest area Tol Cipularang

Dugaan Politik Uang oleh Paslon Nomor 2  

Eber menyampaikan, sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga menampilkan praktik politik uang. 

Dalam video tersebut, terlihat amplop berisi uang Rp50 ribu dan paket kerudung diberikan kepada warga dengan syarat untuk memilih pasangan calon nomor urut 2, Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail.  

“Video ini tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dengan sejumlah latar berbeda, menguatkan dugaan adanya pola sistematis dalam pembagian amplop tersebut,” katanya.

Desakan Tindak Tegas Pelaku 

Tidak seperti permintaan dari beberapa pihak yang menginginkan penundaan atau diskualifikasi paslon, sembilan pentolan partai ini menegaskan fokus pada penindakan pelaku politik uang. 

Mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan hukuman kepada aparat penegak hukum dan Bawaslu.  

“Kalau menunda Pilkada sudah tidak mungkin saja, kita hanya meminta agar pelaku politik uang ditindak tegas. Apapun hukumannya, kami serahkan sepenuhnya kepada Bawaslu,” tutur Eber.  

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB