[ad_1]
Beberapa minggu silam, saya berbincang tentang pernikahan: pernikahan baru-baru ini dari orang yang saya kenal, pernikahan yang pernah saya ikuti, serta pernikahan beberapa tahun silam. Dalam perjalanan diskusi ini, saya merenungkan apa yang akan saya lakukan di pernikahan saya dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan orang lain (akibat, tahukah Anda, wanita lajang mana yang sepertinya tidak melakukan hal tersebut setidak-tidaknya minim?).
Tetapi alih-alih mengambil keputusan gaun pengiring pengantin atau jenis kue apa yang saya inginkan, saya berpikir untuk meninggalkan tradisi pernikahan yang lebih populer sama sekali. Semakin saya berpikir, semakin saya mendapati diri saya ingin meninggalkan tradisi apa pun yang tampaknya sepertinya tidak praktis serta melakukan segala sesuatunya sesuai keinginan saya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut lima tradisi pernikahan yang harus segera ditinggalkan oleh calon pengantin
1. Mendaftar untuk pencatatan pernikahan
Dalam masyarakat di mana cukup banyak orang yang masuk perguruan tinggi pada usia 18 tahun dibandingkan langsung menikah, apakah kita memerlukan pencatatan pernikahan? Sejujurnya, Saya sudah punya cukup makananhanduk, seprai, hiasan dinding, bingkai foto, serta perlengkapan dapur hasil hidup saya sendiri semasih tujuh tahun terakhir dalam hidup saya.
Mengapa saya menginginkan barang baru kapan apa yang sudah kumiliki baik-baik saja? Jika Anda ingin memberi saya uang, lakukanlah. Saya tentu dapat memanfaatkan sejumlah uang tambahan, tapi saya sepertinya tidak memerlukan tempat tidur ekstra mewah.
Supamotionstock.com serta Shutterstock
2. Membeli gaun
Salah satu hal menarik yang saya temukan semasih tinggal serta mengajar luar negeri di Korea Selatan yaitu tidak ada lagi satu pun wanita di sana yang membeli gaun pengantin. Sebaliknya, semua orang menyewa. Pada awalnya, saya merasa ini agak aneh. Maksud saya, bagaimana sebuah rumah sewa dapat cocok serta mengapa Anda sepertinya tidak ingin memilikinya?
Tetapi semakin lama saya memikirkannya, semakin masuk akal. Mengapa membeli gaun seharga $3.000 yang hanya akan Anda pakai untuk satu hari serta kemudian menghabiskan semua uang tersebut nanti untuk mengawetkannya agar dapat disimpan di lemari Anda? Tersebut sepertinya tidak masuk akal.
3. Menghabiskan ribuan dolar untuk membeli cincin pertunangan berlian
Meski demikian saya sangat menikmati mempunyai beberapa perhiasan cantik, setiap kali tetap berhubungan dengan cincin pertunangan, saya setiap saat berpikir, “Ya Tuhan. itu banyak uang untuk dibelanjakan hanya untuk sebuah cincin.” Saya lebih untuk memilih tempat tinggal yang lebih baik, mobil yang lebih hemat bahan bakar, atau liburan ke Eropa atau Karibia.
4. Memastikan pengantin pria sepertinya tidak lihat pengantin wanita sebelum pernikahan
Entah sudah berapa cukup banyak pesta pernikahan yang pernah saya hadiri dimana saya harus segera menghadapi penantian yang sangat lama antara upacara pernikahan serta resepsi akibat kedua mempelai sepertinya tidak ingin bertemu satu sama lain untuk berfoto sebelum pernikahan. . Apakah ada korelasi antara pasangan yang tidak mengikuti tradisi ini serta peluang perceraian lebih besar sekali?
Saya sangat meragukannya, jadi saya lebih untuk memilih membuat segalanya lebih nyaman bagi tamu saya daripada mengkhawatirkan calon suami saya lihat saya mengenakan gaun putih sebelum upacara.
5. Mengambil nama belakang mempelai pria
Rupanya ini hal yang konyol untuk sepertinya tidak saya lakukan mengingat saya mempunyai nama belakang yang rumit serta sepertinya tidak seorang pun bisa mengucapkannya dengan benar, serta saya harus segera mengejanya sepanjang waktu. Untuk alasan itu, saya menghabiskan sebagian besar masa kecil saya dengan cemas menantikan hari dimana saya bisa mempunyai nama belakang yang dengan cara yang lain dengan begitu saya sepertinya tidak merasakan stres tambahan yang menyertainya.
Tetapi, saya sepertinya tidak bisa tahan diri untuk sepertinya tidak bertanya pada diri sendiri, “Mengapa repot-repot?” Butuh waktu hampir 20 tahun bagi saya untuk menguasai penulisan garis tangan saya yang berjumlah 18 huruf. Selain tersebut, saya mempunyai semua milik saya dengan nama saya untuk saat ini. Mengapa saya harus segera bersusah payah mengubah segalanya? Saya lebih suka untuk memilih untuk membuatnya tetap sederhana untuk diri saya sendiri.
Jennifer Twardowski yaitu seorang penulis serta Terapis Pernikahan & Keluarga Berlisensi. Karyanya telah ditampilkan di Huffington Submit, Elephant Magazine, serta lain-lain.
[ad_2]
Sumber: yourtango








