Miris, cerita pilu Enar warga Rengasdengklok Karawang, rumah nyaris roboh

- Penulis

Senin, 17 Juni 2024 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Nasib pilu dialami pasangan suami istri (pasutri) Satim (64) dan Enar (59) warga Dusun Bakan Lio RT24/RW10 Desa Karyasari kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Mereka kesulitan mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah setempat.

Ia harus rela tinggal di rumah reot nyaris roboh hampir puluhan tahun lantaran terbentur biaya, jangankan untuk renovasi rumah, buat makan sehari-hari saja Satim dan Enar kesulitan. Kini kedua pasutri itu membutuhkan bantuan pemerintah Kabupaten Karawang.

Enar menceritakan, ia dan suami menempati rumah tidak layak huni (rutilahu) milik pribadi sudah hampir puluhan tahun. Enar juga memiliki dua orang anak yang kini sudah berkeluarga dan menetap jauh dari lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tinggal sama suami, kalau anak dua-duanya sudah nikah, yang satunya di Desa Pulo sari, Kecamatan Telagasari, dan yang satunya di Desa Cibanteng Kecamatan Rengasdengklok, Karawang,” kata Enar saat ditemui pewarta SekitarKita.id dilokasi, Senin (17/06/2024).

Kondisi rumah Enar warga Dusun Bakan Lio RT24/RW10 Desa Karyasari kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Kondisi rumah Enar warga Dusun Bakan Lio RT24/RW10 Desa Karyasari kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Namun demikian, rumah yang dihuni Enar kondisinya memprihatinkan, disamping bangunan tiang penyangga mulai rapuh dan juga kondisi atap genteng bolong, jika musim hujan bocor di beberapa titik, terdapat genangan air di sejumlah sudut ruangan.

Baca Juga:  Hadapi Tantangan Kebangsaan di Era Digital, Bakesbangpol KBB Teguhkan Persatuan Lewat Sosialisasi FPK

“Ya gini lah keadaannya kang, kalo hujan kebocoran saya mengantisipasi takut rumah saya roboh tiangnya sudah pada patah. Ngeri kalau ada angin kencang,” ujar Enar bercerita.

Ia menyebut, pihaknya sudah mengajukan kondisi rumahnya itu sejak beberapa tahun lalu, namun belum ada tanggapan dari pihak Desa Karyasari. Ia juga menyatakan, data bantuan pemerintah (bansos) sempat dihilangkan oleh sejumlah oknum perangkat desa.

“Dulu saya mendapatkan bansos 4 tahun lalu data saya sempet dihilangkan di kepemimpinan RT lama, sekarang Alhamdulillah untuk bansos baru mendapatkan satu kali pas ganti RT, kalau untuk rumah saya sendiri pihak Desa Karyasari sudah mengetahui keadaannya tetapi belum ada tanggapan sama sekali,” jelasnya.

Diceritakan Enar kembali, kesehariannya ia dan suami berjualan jajanan keliling di dekat kantin SMP 2 Rengasdengklok, berpenghasilan Rp50 ribu hingga Rp 100 ribu perharinya. Itu saja hanya cukup untuk bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi serba sulit.

“Saya jualan cilok anak-anak sekolah, sehari dapat Rp50 ribu kalau sebulan kurang lebih Rp500 ribu ya Alhamdulillah buat makan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Lagi, ibu baju oranye diduga cabuli anak kandungnya viral di medsos

Dirinya berharap, Enar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah baik itu progam rutilahu maupun dari aspirasi dewan, lantaran ia tak sanggup merenovasi rumah miliknya.

“Rumahnya sudah kaya gini, saya ngebangun rumah sendiri ga bisa ngandelin dari anak-anak juga tidak mungkin karena dia juga ekonomi nya repot kalo tidak dibantu oleh pemerintah kemungkinan ini rumah bakal roboh,” harapnya.

Sementara itu, ditemui dilokasi berbeda, Ketua RT24, Juhari membenarkan kondisi rumah Enar nyaris roboh, selayaknya rumah tersebut segera di renovasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua RT24, Juhari
Ketua RT24, Juhari

“Menurut saya rumah bu Enar tidak layak ditempati, harus segera dirapihkan,” ujar dia.

Pihaknya mengaku, Enar dan suami belum melakukan pengajuan renovasi ke pihak pemerintah Desa Karyasari, kedepannya ia akan berupa untuk melakukan pengajuan progam rutilahu.

“Harapan saya seharusnya pihak pemerintah untuk segera dibangun kalo ada program rutilahu harus siap membantu karena rumahnya ga layak huni lagi, tolong lah sama pemerintah harus siap membantu jangan hanya omong doang harus siap dengan kepastian,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)

Berita Terkait

Dadang Naser Tinjau Budidaya Ikan Bioflok di KBB, Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat
Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru
Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja
Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah
Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:29 WIB

Dadang Naser Tinjau Budidaya Ikan Bioflok di KBB, Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Selasa, 28 April 2026 - 07:32 WIB

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat

Selasa, 28 April 2026 - 02:57 WIB

Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru

Senin, 27 April 2026 - 12:15 WIB

Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

Senin, 27 April 2026 - 11:44 WIB

Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah

Berita Terbaru