Pointers keamanan makanan di musim panas

- Penulis

Rabu, 3 Juli 2024 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pointers keamanan makanan di musim panas

i

Ilustrasi makanan - mayoclinichealthsystem

[ad_1]

Musim panas adalah musim berkumpul di luar lokasi, pesta barbekyu, dan piknik, di mana makanan terus menerus menjadi pusat perayaan.

Tetapi, cuaca hangat juga menciptakan kondisi perfect bagi pertumbuhan bakteri berbahaya, yang meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sangat penting bagi Anda untuk mematuhi rekomendasi keamanan pangan dengan begitu Anda bisa menikmati menjadi tuan rumah dan menghadiri acara-acara ini tanpa khawatir akan sakit.

Ikuti empat pointers sederhana ini untuk mencegah penyakit bawaan makanan:

1. Cuci tangan dan permukaan perabot sesering mungkin saja.

Cuci tangan Anda sesering mungkin saja, terutama saat menangani makanan. Selalu cuci tangan setelah memakai kamar mandi, merubah popok, atau menyentuh hewan peliharaan.

Bersihkan juga tangan Anda sebelum makan dan setelah bersin atau batuk. Andai Anda sepertinya tidak bisa memakai sabun dan air panas yang mengalir,

bersihkan tangan Anda dengan tisu basah sekali pakai sebelum dan setelah menangani makanan. Pastikan semua permukaan bersih sebelum menyiapkan makanan. Bersihkan meja dapur, talenan, dan peralatan makan secara tertata.

Baca Juga:  Resep Koktail Angin Laut 3 Bahan Untuk Musim Panas

2. Hindari kontaminasi silang.

Saat mengemas pendingin, bungkus daging mentah dengan aman dan simpan secara terpisah dari makanan lain untuk mencegah sari daging merembes ke makanan siap saji.

Cuci bersih semua piring, wadah, dan perkakas yang bersentuhan dengan daging mentah atau unggas sebelum menggunakannya untuk memasak.

Gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan makanan lain, dan selalu cuci tangan setelah memegang daging mentah untuk mencegah penyebaran bakteri berbahaya.

Tutupi perkakas dan makanan mencapai waktu penyajian. Lalat, serangga lain, dan hewan peliharaan bisa membawa kuman atau salmonella dan menyebarkannya ke makanan dan peralatan makan Anda andai mereka menyentuhnya.

3. Masak makanan mencapai suhu aman.

Bawalah termometer makanan untuk memastikan daging dan unggas sudah matang sepenuhnya. Ketahui suhu internal yang disarankan untuk setiap jenis daging.

Pastikan termometer diletakkan di bagian daging yang paling tebal untuk dapatkan hasil yang akurat. Jangan memasak makanan sebagian terlebih dahulu, akibat hal ini bisa memungkinkan bakteri bertahan hidup dan berkembang biak, dengan begitu bisa hingga tingkat yang sepertinya tidak bisa dihilangkan dengan memasak selanjutnya.

Baca Juga:  Port Academy Luncurkan Pelatihan Baru untuk Keamanan Pelabuhan

4. Secepatnya dinginkan makanan.

Pastikan makanan yang mudah rusak, seperti daging, ayam, dan salad yang dimasak, selalu didinginkan. Untuk menghindari fluktuasi suhu, pertimbangkan untuk memakai pendingin terpisah untuk minuman akibat orang akan terus menerus membuka pendingin minuman.

Bungkus dan simpan sisa makanan dalam pendingin atau lemari es dalam waktu dua jam setelah makan. Andai ragu tentang keamanan makanan apa pun, buang saja.

Andai Anda merasakan apa yang Anda duga sebagai penyakit bawaan makanan, perhatikan gejala-gejala Anda dengan saksama.

Meski demikian cukup banyak penyakit bisa diobati dengan meningkatkan asupan cairan untuk merubah cairan atau elektrolit yang hilang, kasus yang parah mungkin saja memerlukan perawatan lebih lanjut.

Secepatnya cari pertolongan medis andai Anda merasakan gejala-gejala seperti diare, demam tinggi, darah dalam tinja, muntah berkepanjangan, dehidrasi parah, atau tanda-tanda syok atau kebingungan.

Langkah selanjutnya:

Dokter Spesialis Michael Ulrichadalah seorang dokter Kedokteran Keluarga di Albert Lea, Minnesota.

[ad_2]

mayoclinichealthsystem.org



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG
Pesan Tegas Bupati Jeje di HUT RSUD Cikalongwetan ke-9: Pasien BPJS Jangan Dibeda-bedakan!
Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih
Berobat Sepulang Kerja Kini Bisa, Pemkot Cimahi Resmikan Klinik Sore di Padasuka
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Sabtu, 12 September 2026 - 07:15 WIB

Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Pesan Tegas Bupati Jeje di HUT RSUD Cikalongwetan ke-9: Pasien BPJS Jangan Dibeda-bedakan!

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10 WIB

Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih

Berita Terbaru