Prospek Mempertaruhkan Bitcoin dalam ETF Kripto: Apakah Realistis?

- Penulis

Rabu, 24 Juli 2024 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prospek Mempertaruhkan Bitcoin dalam ETF Kripto: Apakah Realistis?

[ad_1]

SekitarKita.id – Komisaris SEC Hester Peirce baru-baru ini menghidupkan kembali perdebatan tentang kemungkinan penyertaan fitur staking dan penebusan dalam bentuk barang dalam ETF kripto. Komentar Peirce kepada Coinage Media memperlihatkan bahwa fitur-fitur ini, yang belum menjadi bagian dari ETF awal, bisa dievaluasi ulang di masa yang akan datang, terutama andai terjadi perubahan pemerintahan.

Staking Bitcoin semakin terkenal di kalangan investor kripto, mirip dengan version proof-of-stake (PoS) Ethereum. Version ini menawarkan keuntungan tambahan kepada investor untuk mengunci Bitcoin di jaringan guna memberi dukungan operasi blockchain. Komentar Peirce juga menyoroti bahwa fitur staking di ETF bisa meningkatkan likuiditas dan mengurangi pajak keuntungan modal, yang sangat beruntung investor dan meningkatkan partisipasi di pasar kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi, SEC untuk saat ini lebih menyukai version penebusan tunai untuk ETF Bitcoin, yang mengharuskan konversi kripto menjadi uang tunai sepanjang proses penebusan. Hal ini bisa menghambat potensi penuh staking Bitcoin dalam ETF. Selain itu, pemusatan kekuatan staking di tangan beberapa peserta bisa merusak prinsip desentralisasi blockchain dan memengaruhi kinerja serta keamanan jaringan Bitcoin.

Baca Juga:  Sebuah Perayaan Kerjasama Bilateral Dan Pertukaran Tradisi

Dengan peluncuran ETF Ethereum yang semakin dekat, keputusan tentang fitur ETF dalam beberapa bulan yang akan datang bisa berdampak signifikan pada masa depan Bitcoin, Ethereum, dan ekosistem kripto secara keseluruhan. Pemerintah yang lebih pro-kripto, seperti yang mungkin saja terjadi dengan mantan Presiden Donald Trump sebagai pelopor, bisa memikirkan kembali regulasi ETF dan fitur staking, membuka peluang baru bagi investor dan adopsi teknologi blockchain.

Sumber: WAKTU VRI

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB