Bandung Barat | SEKITARKITA.id,- Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi potensi kekeringan yang signifikan pada musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari Juli hingga September 2024.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat bahwa ribuan hektar sawah tadah hujan di wilayah ini berisiko tinggi mengalami kekeringan.
Kepala DKPP Bandung Barat, Lukmanul Hakim mengungkapkan, sawah tadah hujan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Bandung Barat menghadapi ancaman kekeringan, terutama di 49 desa dari 6 kecamatan, Sindangkerta, Saguling, Cipongkor, Cipatat, Cihampelas, dan Batujajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang kita sudah petakan wilayah rawan kekeringan. Terutama sawah tadah hujan. Jadi sebenarnya hampir di seluruh kecamatan ada ancaman kekeringan, tapi yang paling besar ada di 6 kecamatan,” kata Lukmanul Hakim, baru-baru ini dirilis, Kamis (1/08/ 2024).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sawah tadah hujan di Bandung Barat tercatat seluas 9.781 hektar. Namun, hasil verifikasi lapangan DKPP menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni 5.508 hektar.
“Kita melakukan pemetaan dan verifikasi lapangan terhadap angka yang dikeluarkan BPS. Ternyata jumlahnya tak sebanyak itu. Jadi luas 5.508 hektar ini paling berpotensi mengalami kekeringan,” tambah Lukmanul Hakim.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, DKPP telah menggemukkan penyuluh lapangan agar mendorong petani mempercepat waktu tanam dan memaksimalkan luas tanam dari bulan April hingga September 2024.
Ia menegaskan, petani juga diimbau untuk membudidayakan varietas tanaman tahan kekeringan dan hemat udara, seperti palawija, jika tidak memungkinkan untuk menanam padi.
Selain itu, DKPP juga mempersiapkan upaya mitigasi dengan mengoptimalkan pompanisasi dan pemanfaatan jaringan irigasi air tanah. Saat ini, telah terpasang 64 unit pompa dan 24 unit jaringan irigasi air tanah di seluruh Bandung Barat.
“DKPP juga mengajukan tambahan 24 unit mesin pompa untuk mengatasi kekurangan pasokan udara,” imbuhnya.
“Kita sudah menyiapkan antisipasi pompanisasi. Selain itu, kami juga sedang mengajukan tambahan mesin pompa untuk memperkuat upaya mitigasi,” tegas Lukmanul Hakim menandaskan.
Kebijakan dan langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu petani mengurangi dampak kekeringan dan memastikan tersedianya pangan di Kabupaten Bandung Barat selama musim kemarau yang akan datang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








