Nestapa! Cerita pilu warga Bandung Barat tinggal berdampingan dengan kandang domba

- Penulis

Jumat, 2 Februari 2024 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Cerita pilu pasangan suami istri (pasutri) Sukiman (35) dan Siti Sopiah (32) warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tamu yang hendak ke rumah Sukiman akan sedikit kebingungan. Rumah panggungnya yang kecil berukuran kurang lebih panjang 2 meter dan lebar 2 meter itu memang tersembunyi.

Berada di ujung gang dan tak punya akses keluar-masuk lazimnya rumah yang ada di sekelilingnya. Bagian depan, kiri, dan kanan rumah Sukirman dikelilingi semak belukar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah panggung itu ditinggali pasutri Sukiman dan Siti Sopiah dan satu anak yang masih balita. Sedangkan kedua orang tua Sukiman telah dulu meninggal dunia dan kini dia menempati rumah tersebut.

Kondisi rumah Sukirman
Kondisi rumah Sukiman warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang KBB.

Rumah Sukiman berimpitan dengan kandang domba. Dari tengah rumah baunya masih tercium. Pengap, terutama bagi mereka yang belum biasa.

Sehari-hari Sukiman bekerja serabutan sebagai buruh tani. Sukiman ikut memelihara domba milik orang lain itu karena jika sedang tak punya uang untuk beli beras atau biaya sekolah anak, ia bisa mendapat bagian domba untuk dijual.

Baca Juga:  Pilih ke Bekasi, Jeje Govinda Ditinggalkan Harris Bobihoe di Pilkada KBB

Acep (35) yang merupakan tetangga sekaligus kerabat dekat mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi rumah Sukiman. Dirinya terus berupaya mengajukan bantuan kepada pemerintah Desa Cempakamekar agar rumah tidak layak huni (rutilahu) itu dapat direnovasi.

Related Posts

“Kondisi itu sejak 1 tahun hampir dua tahun ini, rumah itu milik pribadi karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, rumah itu punya sendiri warisan turun menurun berdampingan dengan kandang kambing yang dipelihara pasangan Sukiman dan istri,” kata Acep kepada SekitarKita.id Jumat (02/02/2024).

Acep (35) tetangga Sukirman
Acep (35) tetangga Sukiman

Ia mengatakan, Sukiman dan keluarga lebih memilih tinggal dan menetap disitu, meskipun kondisinya sangat memprihatikan, miris memang, kata Acep, pemerintah setempat seolah tutup mata.

“Itu keinginan mereka tinggal disitu, engga ada pilihan lain kang, enggak enak dipandangnya apa lagi dihuni kurang pantas gitu, tapi ya apa boleh buat kita (warga) tidak bisa membantu banyak, kalau hujan kasian suka bocor apalagi kalau ada angin besar ngeri pisan,” jelasnya.

Baca Juga:  Solid Dukung HADE, Kader PPP KBB Syamsul Maarif siap Dipecat dari Kepengurusan Partai

“Upaya sudah ditempuh oleh keluarga dan warga, dengan mengajukan ke pihak desa namun belum turun bantuannya belum ada. Upaya ke pihak pemerintah juga sudah hasilnya nol besar belum teralisasi dan belum ada tanggapan,” sambungnya.

Diceritakan Acep kembali, sosok Sukiman merupakan seorang pekerja keras, ia tak pantang menyerah meski kondisi memprihatinkan, semangat Sukirman patut di contoh.

“Dia (Sukiman.red) orangnya baik suka berbaur dengan tetangga, kalau sehari hari beliau kerja serabutan mencangkul ke sawah penghasilan pun tidak menentu kadang 50 hanya cukup buat makan. Kambingnya milik orang dan dia bagi hasil, saya salut semangat kang Sukirman itu patut diacungi jempol,” jelasnya.

“Harapannya saya sebagai warga, semoga program pemerintah seperti rutilahu dapat dirasakan manfaatnya. Semoga sukses kedepannya dan mendapat rumah layak ditempati,” tandasnya.

 



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan khusus

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi
Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa
Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam
Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak
Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih
Keributan Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Tagog Apu, Panitia Bantah Isu Pembacokan
HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat
Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih

Berita Terbaru