Solid Dukung HADE, Kader PPP KBB Syamsul Maarif siap Dipecat dari Kepengurusan Partai

- Penulis

Minggu, 1 September 2024 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kader senior PPP KBB, Samsul Maarif bersama Hengky Kurniawan (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kader senior PPP KBB, Samsul Maarif bersama Hengky Kurniawan (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Dukungan yang tiba-tiba diberikan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terhadap pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asari (EDUN) dalam Pilkada Bandung Barat 2024 memicu kontroversi di kalangan internal partai.

Kader senior PPP KBB, Syamsul Maarif, mempertanyakan keabsahan dukungan tersebut yang menurutnya tidak melalui prosedur partai yang semestinya.

Syamsul mengungkapkan bahwa dukungan politik ini seharusnya ditempuh melalui mekanisme resmi, yakni Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dukungan struktural ini diberikan kepada pasangan EDUN tanpa prosedur yang benar. Banyak teman-teman kader yang protes dan kecewa karena dukungan politik ini terkesan tiba-tiba. Dalam AD/ART PPP, ada mekanisme Mukercab yang seharusnya dijalankan,” ujar Syamsul saat ditemui SEKITARKITA.id di RSHS Bandung usai mendampingi paslon HADE, Sabtu (31/08).

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa dalam Mukercab, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seharusnya mengundang seluruh majelis, pengurus harian, para Pimpinan Anak Cabang (PAC), ketua, sekretaris, dan bendahara untuk berkumpul dan dimintai pandangan masing-masing dalam menentukan langkah politik partai.

Baca Juga:  Prabowo Tiba di Brasil untuk G20, Disambut oleh Pasukan Tentara Jajar Kehormatan di Bandara

“Prosedur ini tidak ditempuh, sehingga muncul gejolak di internal PPP,” tegasnya.

Syamsul, yang secara pribadi mendukung pasangan Hengki Kurniawan-Ade Sudrajat (HADE), menegaskan bahwa dukungannya bukan atas nama DPC, melainkan sebagai pilihan pribadi.

“Awalnya hanya saya sendiri yang mendukung HADE, tapi setelah saya mendeklarasikan dukungan, banyak kader lain yang ikut serta,” jelas Syamsul.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dengan para PAC guna menyusun langkah-langkah selanjutnya, dan tidak khawatir akan ancaman sanksi dari DPC.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak seharusnya berujung pada sanksi pemecatan, kecuali jika kader PPP mencalonkan diri sebagai bupati namun tidak mendapatkan dukungan dari struktur partai.

“Jika berbeda pilihan, tidak akan ada sanksi pemecatan atau sejenisnya. Kecuali jika ada kader PPP yang mencalonkan diri sebagai bupati dan tidak didukung oleh pengurus partai, itu baru pantas dikenakan sanksi,” tukas Syamsul.

Syamsul juga menambahkan bahwa jika DPC nekat menjatuhkan sanksi, hal tersebut justru akan membawa preseden buruk bagi partai.

Ia menyebut, banyak kader yang mendukung pasangan HADE, dan jika semuanya dipecat, PPP akan semakin terpuruk.

Baca Juga:  Shawn Mendes Ternyata Berurusan dengan Pekerja Kayu Sabrina & Drama Camila Cabello – Data Loader

“Saya pernah dua periode memimpin PPP dengan lima anggota dewan, dan saya pun menjadi pimpinan dewan. Tapi sekarang, mereka yang memimpin partai tidak memiliki satupun kursi. Sekarang saya mau dipecat, mau jadi apa PPP? Silakan saja pecat, tidak masalah,” kata Syamsul dengan nada terkekeh.

Syamsul pun menjelaskan alasan di balik dukungannya terhadap pasangan HADE. Menurutnya, ia sudah mengenal kepemimpinan Hengki Kurniawan sejak menjabat sebagai Wakil Bupati dan Bupati Bandung Barat, serta sering bekerjasama dengan PDI Perjuangan ketika masih menjadi anggota dewan.

Ia juga tidak mempermasalahkan jika kegaduhan internal ini menjadi konsumsi publik. Menurutnya, eksposur media justru akan mendidik masyarakat dalam memahami dinamika politik.

“Jika masalah ini terekspos di media, masyarakat justru akan terdidik soal politik. Jadi, ini bukan masalah, bagi saya pasangan HADE satu komando,” pungkas Syamsul.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Berita Terkait

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama
Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:37 WIB

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB