Bandung Barat | SekitarKita.id,- Rasa syukur terus terucap dari pasangan suami istri (pasutri) Sukiman (34) dan Siti Sopiah (30) warga Kampung Legoknangka RT 02 RW 09, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pagi itu, Jumat (08/03/2024) Sukiman hendak pergi ke kebon, secangkir kopi yang di sandingkan istri ia seruput penuh nikmat. Sukiman mengatakan, ia sangat berterimakasih kepada semua pihak, akhinya rumah yang di idam-idamkan terwujud.
Saat ini, Sukiman yang tinggal bersama istri dan satu anaknya itu masih tak menyangka, rumahnya yang dulu jauh dari kata layak kini berubah total, buah hasil dari doa yang selalu dipanjatkan kepada sang Khalik setiap hari mampu merubah kehidupan Sukiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya Allah sampai sekarang masih enggak nyangka rumah udah jadi, terimakasih banget buat ibu Sonya Fatmala dan pak Hengki Kurniawan yang udah bantu saya dan keluarga,” ucap Sukiman penuh lirih, Jumat.
Duduk diteras bersama istri, tatapan mata Sukiman tiba-tiba kosong mengintip malu-malu melihat kondisi bangunan rumah bediri kokoh, seolah ia masih tak menyangka rejeki yang datang begitu deras ia terima.
Sukiman menyebut, kini kehidupan prekonomian dia dan keluarga mulai membaik. Hal itu tentu berkat dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Kemesos RI mapun dari Jabar Bergerak.
“Rumah sudah jadi tinggal di cat bagian belakang kalau bagian depan udah rapih, alhamdulilah juga dari pak Pj Bupati KBB dan Kemensos RI semuanya membantu,” tutur Sukiman sebelum bergegas ke kebon.
Keberuntungan tak sampai disitu, ia tak menampik bantuan dari pemerintah terus mengalir, Sukiman menjelaskan, pemda Bandung Barat melalui Dinsos KBB turut membantu dengan menggelontorkan sembako dan peralatan rumah tangga.
“Dinsos KBB membantu ngasih beras, kasur, lemari, peralatan rumah tangga, dan puluhan ekor ayam untuk ditenak dan alat tulis untuk anak saya,” ucap Sukiman penuh syukur.
Bahkan, lanjut dia, Kemensos RI turut membantu membuka usaha UMKM berupa warung kecil beserta isinya. Saat ini warung tersebut sudah berjalan dan mendapatkan penghasilan per harinya hingga ratusan ribu.
“Alhamdulilah warung yang diberikan bantuan oleh Kemensos RI sudah berjalan, warung itu dinamakan ‘Warung Sukiman’, pendapatan ya alhamulilah Rp100 ribu sampai Rp 300 ribu perhari lumayan buat tambah-tambah uang sekolah anak,” jelas Sukiman sembari menyeruput kopi.
Sementara itu, Acep koordinator pembangunan Rutilahu mengatakan, saat ini pembangunan Rutilahu milik Sukiman sudah rampung 95 persen, rumah dengan ukuran 4×6 meter, 1 kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi siap ditempati.
“Udah beres pengerjaan rumah Sukiman program Rutilahu dari ibu Sonya, tinggal diresmikan rencananya langsung bunda dateng,” kata Sukiman saat dihubungi.
Dalam pembangunan rumah Sukiman, lanjut dia, memakan waktu hampir 24 hari dengan mempekerjakan 6 orang tukang dan menghabiskan biaya kurang lebih Rp25 juta rupiah.
Kendati itu, kata Asep, pihaknya masih kesulitan untuk membayar ke enam orang pekerja tersebut lantaran terkendala biaya, bagi siapapun donatur yang ingin membantu untuk langsung ke lokasi.
“Kalau dari bunda Sonya hanya membantu bahan material pembangunan rumah, kalau untuk bahan material cukup dan aman bahannya juga berkualitas, cuman yang jadi kendala itu biaya untuk membayar tukang 6 orang ini, meskipun sukarela mereka membantu cuman pak Sukiman enggak enak pingin ngasih tapi enggak ada biaya,” ujar Asep.
“Bagi siapapun yang mau membantu (donatur) silahkan langsung ke lokasi atau melalui saya sebagai koordinator di lapangan, alhamdulillah dari pemerintah sudah semua, sebagai sahabat sekaligus tetangga merasa bahagia warga saya mendapatkan perhatian serius,” sambungya.
Adapun donatur lain, lanjut dia, PLN Kota Cimahi turut membantu dalam penyaluran listrik untuk penerangan rumah Sukiman.
“PLN bantu listriknya, tadinya kan nyambung ke tetangga sekarang udah punya sendiri,” ucapnya.
Terpisah, Ketua Jabar Bergerak KBB, Sonya Fatmala mengatakan, proses pembangunan Rutilahu milik Sukiman dari program Jabar Bergerak hampir rampung.
Sonya menyebut, organisasi non pemerintah itu melakukan pembangunan rumah milik warga tersebut yang viral karena hidup satu atap dengan kambing serta unggas peliharaannya.
Kondisi rumah Sukiman tersebut, kata dia menggugah hatinya untuk berbuat sesuatu agar keluarga ini hidup bahagia di rumah yang nyaman.
“Tentu kondisi rumah seperti itu memang tidak sehat juga apalagi ada anak-anak kan. Oleh karena itu, Jabar Bergerak memperbaiki rumah Sukirman,” kata Sonya saat dihubungi wartawan, Jumat (08/03/2024)
Ia menambahkan, proses pembangunan rumah Sukirman tersebut akhirnya akan segera rampung seratus persen pada pekan depan. Saat ini tengah dalam proses finishing.
“Untuk progres pengerjaan rumah bapa Sukirman sekarang sudah memasuki tahap pengecetan. Jadi tidak lama lagi akan segera selesai,” ujar dia.
Ia menilai, kondisi rumah Sukirman saat ini lebih layak jika dibandingkan sebelum dibangun ulang oleh Jabar Bergerak.
“Yang pasti antara penghuni dan hewan ternak sudah terpisah. Jadi di dalamnya seperti rumah pada umumnya. Ada kamar, ruang tamu dan yang lainnya,” katanya.
Pihaknya berharap, kehidupan keluarga Sukirman dan keluarga lebih baik kedepannya dan menjadi keluarga yang bahagia.
“Mudah-mudahan keluarga Sukiman lebih bahagia di rumah yang baru dan mendapatkan berkah dari Allah SWT,” kata Sonya menandaskan.
Sebelumnya, diberitakan, Sukiman menenpati bangunan rumah berhimpitan dengan kandang kambing diatas lahan milik mendiang orang tuanya, sejak itu di tahun 2022 Sukiman membawa istri dan anak hidup bersama membangun bahtera rumah tangga, dan hidup mandiri.
Namun kala itu, Sukiman rela tinggal hidup berdampingan satu atap dengan empat ekor kambing dan puluhan unggas terpaksa ia lakoni kurang lebih satu tahun.
Keseharian Sukiman yakni merawat domba milik orang lain dan bagi hasil dengan pemilik, sedangkan sang istri hanya melakoni sebagai buruh serabutan, penghasilan yang tak menentu membuat ia harus ekstra kerja keras menghidupi keluarga dan menyekolahkan satu anak.
Tuhan berkehendak lain, garis tangan manusia siapa yang tau, rejeki jodoh bahkan maut tak ada yang bisa menebak. Keberuntungan kini berpihak kepada Sukiman dan keluarga.
Pasca berita viral di internet terkait kondisi kehidupan Sukiman yang tinggal satu atap dengan kandang domba, kini sudah berangsur membaik, hal itu berkat dukungan semua pihak baik itu Pemerintah Bandung Barat maupun organisasi sosial Jabar Bergerak KBB maupun donatur lainnya yang turut membantu sokongan anggaran.
Berdasarkan informasi, pembangunan rumah Sukiman telah rampung 100 persen, Minggu depan sebelum bulan suci Ramadhan 2024 rencananya akan diresmikan langsung ketua Jabar Bergerak KBB, Sonya Fatmala bersama suami mantan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)








