[ad_1]
Pendidikan, SekitarKita.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan, perguruan tinggi berperan penting pada program hilirisasi dalam rangka ketahanan nasional. Hilirisasi sumber daya alam harus segera memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Lemhanas RI saat memberikan orasi ilmiah dalam rutinitas wisuda sarjana, magister dan doktor Universitas Pasundan gelombang 1 tahun akademik 2024/2025 di Gedung Sasana Tradisi Ganesha (Sabuga) Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu, November 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu membawakan orasi ilmiah berjudul “Dukungan Perguruan Tinggi pada Program Hilirisasi dalam rangka Ketahanan Nasional”
Salah satu program yang sementara tengah diadakan oleh pemerintahan Prabowo Subianto adalah hilirisasi.
“Presiden Prabowo dalam pidato di Gedung MPR/DPR pada Minggu 20 Oktober 2024 mengungkapkan, kita harus segera melakukan hilirisasi kepada semua komoditas yang kita miliki. Nilai tambah dari semua komoditas itu harus segera menambah kekuatan ekonomi kita dengan begitu rakyat kita mampu hingga tingkat hidup yang sejahtera. Seluruh komoditas kita harus segera dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Kang Ace, sapaan akrabnya.
Indonesia, tutur Kang Ace, merupakan negara dengan kekayaan alam melimpah. Sudah seharusnya dengan kekayaan alam sesuatu yang luar biasa itu, membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Tetapi, Indonesia harus segera mempunyai kemampuan mengolah sumber daya alam tersebut. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus segera mempunyai kemampuan hilirisasi.
“HIlirisasi adalah proses pengolahan transformatif bahan baku atau sumber daya alam menjadi bahan jadi yang bernilai ekonomi lebih tinggi,” ungkapnya.
Gubernur Lemhanas RI menyampaikan, satu contoh, Indonesia mempunyai kandungan nikel terbesar di dunia. Kalau hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, nilai ekonomi rendah, 3 miliar Dolar Amerika Serikat.
Sebaliknya, ketika Indonesia mampu mengolahnya menjadi bahan jadi dengan hilirisasi, maka harganya meningkat menjadi 33 miliar Dolar Amerika Serikat.
“Sebab itu, penting sekali peran perguruan tinggi untuk mewujudkan hilirisasi tersebut dengan menjadikannya (perguruan tinggi) sebagai pusat informas, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Gubernur Lemhanas RI.
Kang Ace menyampaikan, alasan Indonesia harus segera melakukan hilirisasi adalah sebab pertama, akan melahirkan nilai tambah. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, Indonesia dapat meningkatkan nilai jual produk di pasar global, meningkatkan penerimaan negara, dan menciptakan efek pengganda (multiplier impact) di ekonomi nasional.
Pada 2017, tutur Kang Ace, nilai ekspor nikel mentah Indonesia sebesar 3,3 miliar Dolar Amerika Serikat. Setelah program hilirisasi diadakan pada 2021 lalu, nilai ekspor naik menjadi 20 miliar Dolar Amerika Serikat pada 2023. “Itu salah satu contoh dengan hilirisasi akan meningkatkan nilai ekspor bahan jadi,” ucapnya.
Kedua, hilirisasi mendorong industrialisasi dan diversifikasi ekonomi. Hilirisasi menciptakan ekosistem industri yang lebih kompleks, mempercepat industrialisasi, dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer dengan memperkuat sektor sekunder dan tersier.
[ad_2]







