Menteri Lingkungan Hidup Minta TPA Burangkeng Ditutup, ini Penyebabnya 

- Penulis

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id– Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (1/12/2024).

Dalam kunjungannya, Hanif menegaskan perlunya tindakan serius terkait kondisi TPA yang dinilai telah mencemari lingkungan dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

“Kami sudah mengambil langkah sesuai mandat undang-undang kepada Menteri Lingkungan Hidup, yaitu inspeksi dan evaluasi. Dalam kasus ini, kita bisa merasakan dampak tekanan lingkungan dan sosial yang muncul akibat kondisi di TPA Burangkeng,” kata Hanif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, TPA Burangkeng sudah tidak mampu menanggung beban sampah yang terus meningkat. Hanif menekankan pentingnya penataan ulang, perbaikan lingkungan, dan kemungkinan besar penutupan TPA tersebut.

“Hari ini, tim kami sudah melakukan pengawasan lingkungan. Harapan saya, rekomendasi dari tim pengawas lingkungan hidup segera keluar dalam waktu dekat,” ujar Hanif.

Langkah Tegas Pemerintah

Hanif menjelaskan, ada dua langkah utama yang harus dilakukan. Pertama, rekomendasi yang bersifat wajib diikuti oleh pihak terkait karena memiliki konsekuensi hukum, baik pidana maupun perdata.

Baca Juga:  Kawasan Lippo Cikarang tergenang air pasca diguyur hujan deras, arus Lalin sempat tersendat

Kedua, penutupan dan penataan ulang TPA, serta pemulihan lingkungan sesuai prinsip pelestarian lingkungan.

“Kita akan menerapkan dua hal ini di TPA Burangkeng, yaitu tindakan hukum atas pelanggaran dan pemulihan lingkungan. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tegasnya.

Beban Berat TPA Burangkeng

Berdasarkan data yang disampaikan, TPA Burangkeng menampung hampir 1,8 juta ton sampah, sehingga beban pengelolaannya sangat berat.

Selain itu, sistem pengolahan lindi yang seharusnya menjadi penangkal pencemaran tidak berfungsi dengan baik, memperparah dampak negatif terhadap lingkungan.

“Dampak pencemaran terus terjadi karena tidak ada pengolahan lindi. Penutupan menjadi salah satu alternatif yang sangat mungkin dilakukan. Namun, hal ini perlu kajian mendalam agar tidak menimbulkan masalah sosial di masyarakat,” jelas Hanif.

Harapan untuk Pemerintah Daerah

Hanif meminta Penjabat (Pj) Bupati Bekasi dan tim terkait untuk bekerja lebih keras dalam menangani masalah ini.

Menurutnya, perlu ada alokasi anggaran khusus untuk pengolahan sampah yang lebih modern dan efektif.

“Jika TPA ini ditutup, pemerintah daerah harus segera menyiapkan langkah-langkah strategis agar permasalahan sampah tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” tandasnya.

Baca Juga:  P4KBB Dorong Percepatan Flyover Cimareme, Siap Kawal Langsung ke Kementerian PUPR

Keputusan resmi terkait penutupan TPA Burangkeng masih menunggu hasil kajian dari tim pengawas dan penyidik lingkungan hidup.

Namun, Hanif memastikan pemerintah akan mengambil langkah tegas berdasarkan aturan yang berlaku demi keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Bekasi.

 

Tautan sumber



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Muh. Bahktiar

Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru