Terdampak longsor, BPBD KBB catat Kecamatan Cipongkor 527 dan Kecamatan Rongga 1.135 jiwa

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Meidi (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Meidi (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) per tanggal 27 Maret 2024 tepatnya hari Rabu pukul 21.00 WIB kembali merilis data sementara dampak bencana tanah longsor.

Data tersebut dirilis berdasarkan assesment korban terdampak longsor yang terjadi di dua wilayah yakni di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Rongga.

Dilihat SekitarKita.id, tercatat di posko tanggap darurat bencana longsor dan banjir, ada dua desa yakni Desa Cibenda dan Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor mengakibatkan 527 warga terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, yakni Desa Cibitung, Desa Sukaresmi dan Desa Cinengah, Kecamatan Rongga mengakibatkan 1.135 jiwa warga terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Meidi mengatakan, warga yang terdampak di Kampung Gintung mencapai 142 kepala keluarga (KK) dengan rincian 342 dewasa, 45 remaja, 28 anak-anak, 52 balita dan 60 lansia.

Kalak BPBD KBB, Meidi tengah melakukan assesment atau pendataan korban terdampak longsor di posko pengaduan SD Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kalak BPBD KBB, Meidi tengah melakukan assesment atau pendataan korban terdampak longsor di posko pengaduan SD Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Untuk jumlah korban yang mengalami luka ringan sebanyak 33 orang, luka berat 3 orang dan meninggal dunia sebanyak 4 orang,” kata Meidi saat ditemui di posko BPBD KBB, SD Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kamis (28/03/2024) malam.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Pastikan Tidak Ada Peredaran Beras Oplosan di Pasar Tradisional dan Modern

Ia menjelaskan, lalu kemudian untuk korban tertimbun 10 orang, baru 4 orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sehingga, masih tersisa 6 orang yang belum ditemukan.

Sementara itu, lanjut Meidi, untuk warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor sebanyak 64 KK.

“Di Desa Sirnagalih sebanyak 12 unit rumah terendam banjir, 6 rumah tertimpa longsor dan jembatan yang menghubungkan antara Kampung Anggalaya dan Kampung Ciketa juga ikut terputus,” sebutnya.

Sementara itu, lanjut Meidi, di Kecamatan Rongga ada tiga desa yang juga terdampak bencana longsor, yakni Desa Cibitung, Desa Sukaresmi dan Desa Cinengah.

“Di Desa Cibitung sebanyak 217 KK atau 982 jiwa terdampak. Untuk rumah warga yang mengalami rusak ringan sebanyak 122 unit, 32 rusak sedang dan 63 unit rusak berat,” ujarnya.

Termasuk, lanjut Meidi, sawah seluas 35 hektare juga turut terdampak. Selain itu akses jalan kabupaten juga lumpur akibat tertutup material longsor.

Sementara itu, BPBD KBB juga merilis data korban longsor di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 63 KK atau sekitar 177 jiwa.

Baca Juga:  Musda KNPI Karawang ke-XV: Ajang Konsolidasi Pemuda Menuju Indonesia Emas

Masih kata Meidi, rumah yang mengalami kerusakan di Desa Sukaresmi ini sebanyak 10 unit dengan kategori rusak berat.

“Ada satu orang yang masih hilang, yakni atas nama bapak Usman (59) yang berprofesi petani gula aren,” sebutnya.

Terakhir, Desa Cinengah Kecamatan Rongga di mana sebanyak 10 KK atau 30 jiwa terdampak bencana longsor.

“Untuk kerusakan tercatat ada 6 rumah yang masuk katering rusak ringan dan 4 rumah masuk kategori rusak berat tertimpa longsor,” katanya.

Secara keseluruhan, total jiwa yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Rongga sebanyak 1.135 jiwa dengan kerusakan rumah kategori rusak ringan sebanyak 128 unit.

“Untuk kategori rumah rusak sedang sebanyak 32 unit dan rumah dengan rusak berat sebanyak sebanyak 77 unit. Serta sawah seluas 35 hektare,” ujar Meidi menandaskan.

 



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB