Apresiasi Kades di KBB Hadirnya Koperasi Merah Putih: Solusi Ekonomi Berbasis Masyarakat

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menyampaikan harapan besarnya terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih yang kini hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, koperasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi warga, terutama di bidang usaha simpan pinjam yang sesuai regulasi.

Firman menyebut, wilayah Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama ini menghadapi banyak tantangan ekonomi, terutama terkait praktik pinjaman yang dilakukan masyarakat kepada lembaga keuangan yang tidak sesuai aturan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Firman, banyak warga terjerat pinjaman dari pihak-pihak yang mengatasnamakan koperasi atau bank tanpa memenuhi ketentuan hukum dan peraturan resmi, seperti yang ditetapkan oleh Bank Republik Indonesia maupun regulasi koperasi nasional.

Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah (foto: Abdul Kholilulloh)

“Koperasi Merah Putih hadir sebagai alternatif legal dan terpercaya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor simpan pinjam.,” kata Firmansyah saat ditemui dikantor, usai acara Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), Kamis, 15 Mei 2025.

Firmansyah menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi langkah penting untuk menghindari praktik-praktik keuangan ilegal yang merugikan warga.

Respon masyarakat terhadap kehadiran Koperasi Merah Putih sangat positif. “Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias, termasuk para pengurus yang melihat koperasi ini sebagai wadah dan sarana realisasi ekonomi yang lebih baik dan sesuai aturan,” ujar Firmansyah.

Koperasi ini tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, namun juga menjadi pusat aktivitas ekonomi lainnya, termasuk sektor pertanian, kesehatan, dan peralatan.

Baca Juga:  Diduga Dukung Paslon Lewat Medsos, Akun Instagram Desa Baranangsiang KBB Tetiba Lenyap 

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI dan dukungan dari Surat Edaran Kementerian Desa No. 06 Tahun 2025, yang mendorong pembentukan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.

Mewujudkan Koperasi yang Mandiri dan Profesional

Koperasi Merah Putih berkomitmen untuk berjalan sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan memanfaatkan potensi lokal, terutama di bidang pertanian, koperasi ini diharapkan dapat menjaga agar hasil pertanian tidak keluar dari wilayah dan tetap memberi nilai tambah kepada warga Desa Ciburuy.

“Melalui koperasi ini, kita berharap masyarakat bisa mandiri secara ekonomi, sekaligus terhindar dari jeratan pinjaman ilegal,” tambah Firmansyah.

Koperasi Merah Putih di Desa Ciburuy adalah bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan berbasis desa masih sangat relevan dan penting untuk diperkuat.

Dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis regulasi, koperasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lainnya di Indonesia.

Terpisah, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengumumkan bahwa sebanyak 100 dari total 165 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kini berada dalam tahap persiapan untuk menjalankan program Koperasi Merah Putih.

Program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkab Bandung Barat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan koperasi berbasis potensi lokal.

Baca Juga:  Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini sudah terlaporkan 65 desa yang telah selesai melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk pembentukan koperasi desa merah putih. Untuk 100 desa lainnya, musdesusnya sudah terjadwalkan hingga akhir bulan Mei ini,” ujar Bupati Jeje saat ditemui di Bandung Barat, Kamis (15/5/2025).

Target Rampung 31 Mei 2025

Jeje menegaskan bahwa proses pembentukan 165 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan selesai secara bertahap hingga 31 Mei 2025.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui unit usaha koperasi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal.

Namun demikian, proses pembentukan koperasi ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah, ketidakjelasan mengenai sumber anggaran koperasi, mekanisme penggajian pengurus koperasi, penentuan jenis unit usaha koperasi, permodalan awal untuk menjalankan koperasi.

Koperasi Sesuai Potensi Lokal Desa

Jeje menambahkan bahwa koperasi yang dibentuk akan memiliki beragam bentuk usaha, mulai dari koperasi simpan pinjam, penjualan komoditas lokal unggulan, hingga pengembangan produk kreatif desa.

Beberapa komoditas unggulan desa yang akan dikembangkan antara lain: Produk pertanian, sayuran segar, kopi lokal, dan gula aren.

Produk kerajinan tradisional yang dikerjakan langsung oleh masyarakat desa

“Koperasi ini akan memiliki keunikan tersendiri, karena disesuaikan dengan potensi unggulan di tiap desa,” jelas Jeje.

Baca Juga:  Ini Raja Kasep, Bibit Domba Garut Asal Cililin KBB yang Harganya Rp30 Juta

Dengan terbentuknya Koperasi Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap setiap desa memiliki sarana yang kuat untuk meningkatkan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga desa.

Tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Mengutip merahputih.kop.id, Undang-Undang 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan.

“Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” tulis keterangan itu.

Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.

Dalam retreat kepala daerah di Akmil Magelang pada 21-28 Februari 2025, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Pada Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, Presiden RI mengumumkan peluncuran 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan akan dilakukan launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertepatan pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.

Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Berita Terbaru