Bansos Beras dan Minyak Mulai Disalurkan di Desa Kertamulya KBB, 1.536 Warga Terima Bantuan

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto: Kadus Kertamulya/Beni)

i

Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto: Kadus Kertamulya/Beni)

SEKITARKITA.id – Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada masyarakat, Kamis (9/4/2026).

Program ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang bertujuan meringankan beban kebutuhan pokok warga.

Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, mengatakan penyaluran bansos dilakukan selama dua hari agar distribusi berjalan optimal dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan dilaksanakan pada Kamis dan Jumat. Namun Jumat kami khususkan bagi warga yang memiliki kendala administratif, seperti KTP hilang atau data penerima yang sudah tidak sesuai,” ujar Farhan.

Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (Foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (Foto: Abdul Kholilulloh)

Pada hari pertama, sebanyak 1.536 warga tercatat menerima bantuan. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan penyaluran sebelumnya, seiring tingginya antusiasme masyarakat.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Hari ini kita mendistribusikan sebanyak 1.536 penerima dan antusias masyarakat sangat besar,” katanya.

Meski demikian, tingginya antusiasme juga diiringi sejumlah keluhan, terutama dari warga yang belum terdata sebagai penerima bansos.

Baca Juga:  KPU Karawang Ajak Mahasiswa dan Pelajar Sukseskan Pilkada 2024

“Keluhan pasti ada, terutama dari warga yang merasa berhak tetapi belum menerima bantuan. Ini menjadi ujian bagi pemerintah, baik di tingkat desa maupun RW,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto: Kadus Kertamulya/Beni)
Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto: Kadus Kertamulya/Beni)

Sebagai solusi, pemerintah desa akan menerapkan program “jemput bola” mulai pekan depan.

Seluruh perangkat desa akan turun langsung ke setiap RW untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memperbaiki data penerima bantuan.

“Insya Allah mulai minggu depan, kami akan menurunkan perangkat desa untuk ‘ngantor’ di masing-masing RW agar bisa menerima langsung keluhan warga dan memperbaiki data bansos,” jelas Farhan.

Ia berharap, langkah tersebut dapat meningkatkan jumlah penerima bantuan pada tahap berikutnya serta memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto:  Abdul Kholilulloh)
Pemerintah Desa Kertamulya, Padalarang, Bandung Barat mulai menyalurkan bansos beras 20 kg dan minyak 4 liter kepada 1.536 warga. Distribusi dilakukan dua hari. (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Harapannya, dari 1.500-an penerima saat ini bisa bertambah setelah data kita benahi,” tambahnya.

Farhan juga menyebutkan, data final jumlah bantuan yang tersalurkan baru dapat dipastikan setelah proses distribusi hari kedua selesai.

“Untuk data pasti, kemungkinan baru bisa kami sampaikan besok setelah seluruh proses distribusi selesai,” ujarnya.

Diketahui, jumlah penduduk Desa Kertamulya mencapai sekitar 26.000 jiwa. Dengan jumlah penerima saat ini, persentase penerima bansos masih di bawah 10 persen dari total populasi.

Baca Juga:  Berikut Link Live Streaming Indonesia vs Bahrain Piala Dunia 2026

“Kalau dipersentasekan, belum mencapai 10 persen. Masih sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk,” tuturnya.

Selain bantuan beras dan minyak, pemerintah juga menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan program perumahan.

“Bantuan sosial itu banyak jenisnya. Semua akan kami benahi datanya agar lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kertamulya, Mila Susilawarti, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima masyarakat merupakan akumulasi dua bulan, dengan rincian 10 kilogram beras dan 2 liter minyak per bulan.

Sekretaris Desa Kertamulya, Mila Susilawarti (Foto: Abdul Kholilulloh)
Sekretaris Desa Kertamulya, Mila Susilawarti (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Jadi total yang diterima sekarang 20 kilogram beras dan 4 liter minyak. Kami di desa hanya sebagai pengolah data, sedangkan penentuan penerima KPM dilakukan oleh dinas sosial,” jelas Mila.

Ia menambahkan, proses pendataan kini menggunakan sistem terpadu berbasis satu data sosial ekonomi nasional, sehingga seleksi penerima lebih ketat dan mempertimbangkan berbagai indikator.

“Harapannya bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat, terutama untuk mengurangi beban kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB