Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

SEKITARKITA.id – Ancaman berakhirnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada Oktober 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mempercepat berbagai upaya untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adji, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti yang selama ini menjadi lokasi pembuangan akhir sampah dari kawasan Bandung Raya.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi melalui bantuan mesin pengolah sampah yang direncanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut akan menggunakan skema pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Skemanya pembiayaan bersama. Jika harga satu mesin Rp10 miliar, maka Rp5 miliar ditanggung pemerintah daerah dan Rp5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Ibrahim, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, Bandung Barat diproyeksikan memperoleh fasilitas pengolahan sampah di 50 titik. Setiap lokasi ditargetkan mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari.

Baca Juga:  Krisis Kepercayaan Masyarakat, Djamu Kertabudi: KBB Gaduh Akibat Stagnasi Komunikasi Pemda
TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Dengan kapasitas tersebut, total sampah yang dapat ditangani mencapai 500 ton per hari. Jumlah itu dinilai cukup untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di wilayah Bandung Barat.

Bahkan jika kemampuan pengolahan hanya mencapai setengah dari target atau sekitar 5 ton per hari di setiap titik, kapasitas total yang dihasilkan masih mencapai 250 ton per hari.

Related Posts

“Kalaupun hanya mampu mengolah 5 ton per titik, totalnya masih 250 ton per hari. Itu juga masih cukup aman untuk Bandung Barat,” ujarnya.

Selain menunggu realisasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat juga mempercepat pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Lembang.

Fasilitas tersebut diproyeksikan melayani pengolahan sampah dari Kecamatan Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Saat ini, pemerintah daerah juga telah mengajukan bantuan mesin pengolah sampah kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendukung pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Baca Juga:  Soal THR, Buruh KBB Menjerit Jelang Idulfitri, FSPMI soroti Lemahnya Pengawasan Disnaker 

“Kami sedang mengaktivasi TPST Lembang. Mesin yang diajukan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari,” jelas Ibrahim.

Meski berbagai langkah telah disiapkan, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Pada tahun 2026, anggaran DLH Bandung Barat diperkirakan hanya sekitar Rp20 miliar dan harus mencakup berbagai kebutuhan operasional, termasuk pembiayaan tenaga kerja kontrak.

Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal sebagaimana arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong alokasi anggaran lingkungan hidup sebesar dua persen dari total APBD.

“Kalau mengikuti ketentuan dua persen, idealnya anggaran DLH Bandung Barat mencapai sekitar Rp65 miliar. Saat ini kami masih jauh dari angka tersebut,” katanya.

Dengan sisa masa operasional TPA Sarimukti yang diperkirakan kurang dari satu setengah tahun, percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi kunci agar Bandung Barat mampu mengelola sampah secara mandiri dan terhindar dari potensi darurat sampah di masa mendatang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB