Angka real count janggal, Ketua KPU Karawang didesak mundur, Mari Fitriana: itu mah pribadi

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana (foto: Istimewa)

i

Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana (foto: Istimewa)

Karawang | SekitarKita.id,- Baru-baru ini pemilihan umum (Pemilu) di Kabupaten Karawang diwarnai protes dari salah sati Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dan DPRD diwilayahnya.

Protes tersebut mencuat setelah perubahan angka real count di situs resmi KPU, lantaran adanya kejanggalan, para caleg itu kecewa atas capaian angka yang dirasa tidak sesuai dari sebelumnya dan mendesak ketua KPU Karawang mundur dari jabatannya.

Menanggapi isu kecurangan Pemilu 2024, Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana membantah keras, dalam klarifikasinya ia menyebut, info pemilu itu di ambil dari sirekap dengan basis data C1 Plano.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menjelaskan, prosesnya dimulai dengan unggahan C1 Plano oleh KPPS, lalu angka angka tersebut dibaca oleh sistem dan muncul dalam tabulasi.

“Info pemilu diambil dari sirekap dengan basis data C1 Plano. Proses dimulai dengan unggahan C1 Plano oleh KPPS, lalu angka angka tersebut dibaca oleh sistem dan muncul dalam tabulasi,” kata Mari belum lama ini dikutip SekitarKita.id, Rabu (21/02/2024).

Baca Juga:  Konsolidasi Relawan Acep Gina se Rengasdengklok, Targetkan Kemenangan di Dapil 2

Mari menegaskan bahwa sirekap sedang dalam proses maintenance, karena banyak data yang masuk tidak sinkron terbaca oleh sistem.

Proses rekapitulasi, kata dia, berjenjang dan masih berlangsung di tingkat kecamatan, peserta pemilu di himbau untuk mengawal proses rekapitulasi di setiap jenjang dari PPK Kecamatan hingga KPU RI.

“Sirekap sedang dalam proses maintenance, karena banyak data yang masuk tidak sinkron terbaca oleh sistem. Proses rekapitulasi berjenjang masih berlangsung di tingkat kecamatan dan peserta pemilu dihimbau untuk mengawal proses rekapitulasi dari PPK kecamatan hingga KPU RI,” ujar dia.

Saat disinggung terkait desakan untuk mundur dari jabatan, Mari Fitriana menanggapi hal itu biasa saja, bentuk dari rasa kekecewaan pribadi.

KPU sedang memaksimalkan seluruh tahapan yang berlangsung dan diharapkan para peserta pemilu dapat memahami dan ikut serta dalam mengawal proses tersebut.

“Saya menyatakan bahwa itu hanyalah bentuk mengecewakan pribadi. KPU sedang memaksimalkan seluruh tahapan yang berlangsung,” tandasnya.

Laporan: Andyka Nugroho

Editor: Abdul Kholilulloh

 



Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru