APBD Perubahan 2025 KBB: Fokus Infrastruktur, PAD Naik Meski Pendapatan Turun

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail menghadiri rapat Paripurna DPRD KBB, Jumat 15 Agustus 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail menghadiri rapat Paripurna DPRD KBB, Jumat 15 Agustus 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 memegang peran strategis sebagai tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026 sekaligus tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dengan mengusung visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis), pemerintah daerah menetapkan tema pembangunan 2025 yakni “Pemerataan Infrastruktur Pelayanan Dasar dan Pelayanan Publik untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Daerah.”

Jeje mengungkapkan enam prioritas pembangunan daerah 2025–2029, yaitu, peningkatan kualitas SDM unggul yang berakhlak dan berkarakter. Mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis potensi unggulan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemudian, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, inovatif, transparan, dan akuntabel. Mempercepat pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah, menguatkan ketahanan lingkungan hidup yang tangguh dan berkelanjutan, menjaga harmoni sosial sesuai kearifan budaya lokal,” terangnya.

Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail menghadiri rapat Paripurna DPRD KBB, Jumat 15 Agustus 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail menghadiri rapat Paripurna DPRD KBB, Jumat 15 Agustus 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Target pendapatan daerah pada perubahan APBD 2025 diproyeksikan sebesar Rp3,40 triliun, turun Rp58,45 miliar dari target awal Rp3,46 triliun.

Baca Juga:  Usai Dilantik Prabowo, Bupati Bekasi Ade Kusawara Kunang Siap Rotasi Pejabat OPD Tak Fatsun

Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru meningkat Rp31,54 miliar menjadi Rp983,56 miliar. Kenaikan ini ditopang pajak daerah sebesar Rp4 miliar dan retribusi daerah Rp27,54 miliar, terutama dari layanan kesehatan BLUD.

Sebaliknya, pendapatan transfer menurun Rp89,99 miliar, salah satunya akibat pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang konektivitas jalan dan irigasi oleh pemerintah pusat.

Meski begitu, kata Jeje, ada tambahan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jawa Barat sebesar Rp29,46 miliar serta dana bagi hasil Rp10,79 miliar.

“Belanja daerah pada perubahan APBD 2025 direncanakan Rp3,48 triliun atau naik Rp19,77 miliar dari target awal,” bebernya.

Anggaran diarahkan untuk program prioritas dan efisiensi sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, seperti pengurangan belanja perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan studi banding.

Efisiensi tersebut, lanjut Jeje dialokasikan pada sektor strategis, meliputi kesehatan, infrastruktur dan sanitasi, stabilitas harga pangan, pengendalian inflasi, serta penyediaan cadangan pangan.

“Belanja daerah terbagi dalam empat kategori, belanja operasi, belanja modal, belanja transfer, dan belanja tidak terduga untuk kebutuhan darurat,” ungkap Jeje.

Baca Juga:  Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia

“APBD 2025 sebagai instrumen fiskal diharapkan mampu memperkuat fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi, sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan demi mewujudkan masyarakat Bandung Barat yang adil dan makmur,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara
Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar
Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan
Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman yang Rendahkan Wartawan “Lu Punya Otak Nggak?”
Bupati Jeje Pastikan Renovasi Sekolah di KBB Dimulai 2026, Target 146 Ruang Kelas Direhabilitasi
DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung
Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:56 WIB

Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:35 WIB

Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman yang Rendahkan Wartawan “Lu Punya Otak Nggak?”

Berita Terbaru