[ad_1]
Permintaan maafku tidak diterima, kesalahpahaman kecil meningkat menjadi perdebatan sengit, dan persahabatan terputus, semua sebab nada suaraku.
Anda tidak akan berpikir bahwa nada atau kualitas suara Anda bisa memengaruhi hidup Anda dengan cara yang aneh, namun hal itu dapat terjadi. Anda tidak pernah tahu bagaimana seseorang akan mengingat apa yang Anda katakan atau bagaimana Anda mengatakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Observasi menemukan bahwa nada suara Anda jauh lebih penting daripada yang Anda kira, terutama dalam hubungan Anda.
Cara Anda menyampaikan sesuatu dapat jadi lebih penting daripada apa yang Anda katakan. Nada bicara Anda bisa memperlihatkan seberapa lama dan sukses hubungan Anda nantinya.
Dalam sebuah studi tahun 2011 dari The American Mental Affiliation, tim interdisipliner – dipimpin oleh Shrikanth Narayanan dan Panayiotis Georgiou dari USC Viterbi College of Engineering, mahasiswa doktoral MD Nasir, dan kolaborator Brian Baucom dari Universitas Utah – menemukan bahwa pasangan nada memakai berbicara satu sama lain bisa memprediksi keberhasilan hubungan mereka secara keseluruhan.
Para peneliti mencatat ratusan percakapan dari lebih dari seratus pasangan sepanjang sesi terapi pernikahan sepanjang lebih dari dua tahun. Mereka kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan sepanjang lima tahun lagi.
Para peneliti menciptakan algoritma yang membagi rekaman menjadi fitur akustik memakai teknik pemrosesan ucapan (proses di mana sinyal ucapan ditafsirkan, dimengerti, dan ditindaklanjuti), seperti yang dijelaskan dalam laporan dari Rutgers College.
Xavier Lorenzo melalui Shutterstock
Observasi menemukan bahwa nada, intensitas, jitter, dan kilau bisa mengindikasikan momen emosi yang tinggi dan terdapat korelasi antara kebiasaan vokal seseorang dengan keberhasilan pernikahannya.
Algoritme tersebut mampu memprediksi dengan tepat apakah pasangan akan tetap bersama setelah lima tahun (74,1 persen), dan kinerjanya mengungguli analisis yang dilakukan oleh para pakar hubungan manusia.
“Apa yang Anda katakan bukanlah satu-satunya hal yang penting; yang terpenting adalah bagaimana Anda mengatakannya,” tutur Nasir. “Studi kami mengonfirmasi bahwa hal ini juga berlaku pada hubungan pasangan.”
Profesor Yvonne K. Fulbright menyarankan, “Sepanjang interaksi sehari-hari yang tenang, seperti panggilan telepon, terdengar terlibat (seperti, tidak terganggu) dan senang untuk berbasa-basi. Sepanjang percakapan yang intens, hindari memakai nada yang mendominasi, bermusuhan, atau sarkastik. Jangan meremehkan atau mengabaikan ketakutan, kekhawatiran, atau impian orang lain.”
Meski demikian sulit untuk mengetahui apakah gaya bicara memengaruhi atau menjadi barometer hubungan seseorang, penulis observasi mengharapkan temuan mereka bisa digunakan untuk membantu hubungan dengan mampu mengenali tindakan dan perilaku yang berpotensi membahayakan di masa depan.
“Praktisi dan peneliti psikologi telah lama mengetahui bahwa cara pasangan membicarakan dan mendiskusikan masalah memiliki implikasi penting bagi kesehatan hubungan mereka. Tetapi, kurangnya alat yang efisien dan bisa diandalkan untuk mengukur elemen-elemen penting dalam percakapan tersebut telah menjadi hambatan besar. dalam penggunaan klinisnya secara luas,” tutur Baucom. “Temuan ini mewakili langkah maju yang besar dalam membuat pengukuran perilaku yang obyektif (yang) praktis dan layak dilakukan oleh terapis pasangan.”
Jangan hanya menyadari kata-kata Anda; sebaliknya, waspada bunyinya — keberhasilan hubungan Anda mungkin saja bergantung padanya.
Christine Schoenwald adalah seorang penulis, para pemain, dan tak henti-hentinya menjadi kontributor YourTango. Dia mempunyai artikel yang ditampilkan di The Los Angeles Instances, Salon, Bustle, Medium, Huffington Submit, Industrial Insider, dan Lady's Day, dan dengan jumlah besar lainnya.
[ad_2]
Sumber: yourtango







