Banjir Jadi Langganan, Warga Cikarang Utara Turun ke Jalan Tutup Akses KH Fudholi

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menggelar aksi dengan membentangkan spanduk bentuk protes dengan menutup akses Jalan KH Fudholi pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar

i

Warga menggelar aksi dengan membentangkan spanduk bentuk protes dengan menutup akses Jalan KH Fudholi pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar

SEKITARKITA.id – Persoalan banjir yang tak kunjung teratasi memicu kemarahan warga Kampung Kebon Kopi, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Ratusan warga menggelar aksi protes dengan menutup akses Jalan KH Fudholi pada Kamis sore (29/1/2026), sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan lantaran hingga kini belum ada solusi konkret terkait perbaikan jalan dan drainase yang kerap menyebabkan banjir serta kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang perwakilan warga, Ali Sodik, menyebut aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan warga yang sudah berlangsung sejak lama.

Ratusan warga menggelar aksi protes dengan menutup akses Jalan KH Fudholi pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar
Ratusan warga menggelar aksi protes dengan menutup akses Jalan KH Fudholi pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar

Menurutnya, pengajuan perbaikan drainase dan jalan sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2023 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Karangasih.

“Pada tahun 2023 sudah ada pengajuan dari desa melalui Musrenbang, tapi kami tidak tahu perkembangannya seperti apa. Faktanya sampai sekarang, tahun 2026, belum juga ada realisasi,” ujar pria yang akrab disapa Bobby kepada awak media.

Bobby menegaskan, warga hanya menuntut hak dasar berupa infrastruktur yang layak dan aman. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya para anggota DPRD, segera turun tangan dan merealisasikan perbaikan yang dijanjikan.

Baca Juga:  Kaemin Komarudin Terpilih Kembali 2 Periode sebagai Anggota DPRD Kabupaten Karawang

“Kami menunggu keseriusan dari Pemkab Bekasi dan para dewan untuk merealisasikan tuntutan kami. Ini sudah terlalu lama,” tegasnya.

Kerap dilanda banjir, warga menggelar aksi dengan membentangkan spanduk dan menutup akses Jalan KH Fudholi bentuk protes kepada Pemkab Bekasi, pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar
Kerap dilanda banjir, warga menggelar aksi dengan membentangkan spanduk dan menutup akses Jalan KH Fudholi bentuk protes kepada Pemkab Bekasi, pada Kamis sore (29/1/2026), foto: Muh. Bachtiar

Lebih lanjut, Bobby memastikan aksi tersebut murni spontanitas warga tanpa adanya provokasi dari pihak mana pun. Ia menyebut kondisi banjir yang semakin parah dan jalan rusak menjadi pemicu utama kemarahan warga.

“Banjir akibat drainase yang tersendat sekarang sudah masuk ke rumah-rumah warga. Jalan juga rusak parah dan membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, warga sebelumnya dijanjikan perbaikan drainase dan jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer, namun hingga kini janji tersebut belum juga terealisasi.

“Kami menuntut Pemkab Bekasi segera melakukan perbaikan, terutama drainase. Seharusnya ada dana taktis untuk penanganan kondisi darurat atau bencana seperti ini, tapi sampai sekarang tidak ada respons sama sekali,” pungkas Bobby.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait tuntutan warga Cikarang Utara tersebut.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Muh. Bachtiar

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB