Bitcoin Naik Pesat Setelah Diragukan The Economist

- Penulis

Senin, 28 Oktober 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Pada 21 Oktober 2011, The Economist merilis artikel yang meremehkan Bitcoin, menggambarkannya sebagai aset yang “bermasalah” setelah harganya turun dari USD $33 ke bawah $3. Pete Rizzo, sejarawan Bitcoin, baru-baru ini menyoroti betapa jauh antar-jemput Bitcoin sepanjang 13 tahun terakhir, dari skeptisisme awal menjadi aset bernilai tinggi. Ketika itu, dengan jumlah besar investor ragu dengan masa depan Bitcoin sebab volatilitasnya yang ekstrem, tetapi seiring waktu, aset kripto ini terbukti mampu bertahan dan terus tumbuh pesat.

Gelembung Bitcoin pertama kali muncul pada Juni 2011, dipicu oleh liputan Gawker tentang pasar gelap Silk Highway, yang mempromosikan Bitcoin kepada khalayak lebih luas. Meski demikian peningkatan perhatian ini memicu minat yang besar, dengan jumlah besar investor awal tidak siap menghadapi penurunan harga yang signifikan. Pada Desember 2011, harga Bitcoin jatuh drastis menjadi sekitar USD $2, mengejutkan investor baru dan menekankan risiko tinggi investasi kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati dengan jumlah besar investor awal yang kecewa dan meninggalkan pasar, antar-jemput Bitcoin tidak berhenti. Dengan melewati berbagai tantangan, Bitcoin telah berkembang menjadi salah satu aset berkinerja terbaik di dekade 2010-an, membuka jalan bagi industri blockchain dan aset virtual bernilai triliunan dolar. Transformasi ini membuktikan potensi besar teknologi kripto, meski demikian dengan jumlah besar yang awalnya meragukannya.

Baca Juga:  Kolaborasi Device Integrator Audio Visible & ArsiteK TUKUT SOLUSI INOVATIF DAN TERPADU

Sementara, harga Bitcoin berada di sekitar USD $66.874, dengan peningkatan sekitar 3.000.000% sejak artikel The Economist diterbitkan. Rizzo menilai bahwa hal ini mencerminkan pergeseran pandangan masyarakat terhadap Bitcoin, dari sekadar spekulasi menjadi aset yang diakui secara global. Nanovest, platform investasi kripto terdaftar di BAPPEBTI, menyediakan akses yang mudah dan aman bagi pengguna di Indonesia untuk berinvestasi di aset virtual seperti Bitcoin. Kunjungi internet kami di www.nanovest.io untuk informasi lebih lanjut.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru