SEKITARKITA.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Padalarang–Purwakarta, tepatnya di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 15.03 WIB.
Insiden tersebut melibatkan sebuah truk box container milik PT SHD Trans Bekasi dengan nomor polisi B 9960 FXR yang diketahui dalam kondisi kosong usai mengirim barang ke kawasan industri di Bandung Barat.
Truk tersebut menghantam pembatas jalan setelah diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Padalarang menuju Cikalongwetan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sopir truk, Jeje (58), mengungkapkan bahwa kendaraannya mulai mengalami masalah pada sistem pengereman saat melintasi tikungan tajam dan jalan menurun di kawasan tanjakan Cicau.
“Pas dari tikungan sudah mulai terasa enggak enak pada sistem pengereman. Saat itu arus lalu lintas juga cukup ramai dan sedikit macet karena ada truk besar. Saya sudah pakai gigi rendah,” ujar Jeje saat ditemui di lokasi kejadian.
Namun, kondisi kendaraan semakin tidak terkendali. Jeje akhirnya mengambil keputusan cepat dengan membanting setir ke arah berlawanan untuk menghindari tabrakan yang lebih parah.
“Karena kondisi truk kurang stabil, saya banting setir ke arah berlawanan sekitar 50 meter. Truk sempat menghantam pembatas jalan lalu masuk ke semak-semak hingga akhirnya berhenti di parit,” jelasnya.
Sementara itu, kernet truk, Eka Ermadi (39), menyebutkan bahwa dalam kejadian tersebut sempat terjadi kontak dengan sepeda motor yang berada di sekitar lokasi.
“Ada pengendara motor yang terserempet badan truk dan terpental ke sisi jalan. Enggak tahu dari arah mana munculnya motor,” ungkap Eka.
Meski sempat terjadi benturan, sepeda motor yang terlibat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan dan telah dibawa ke bengkel terdekat untuk diperbaiki.
“Kalau enggak banting stir ke kanan mungkin menghantam kendaraan didepannya, kondisi itu arus lalulintas padat merayap, namun arah sebaliknya lenggang,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Baik sopir maupun kernet truk selamat, sementara kerugian hanya berupa kerusakan material pada kendaraan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Sopir dan kernet selamat. Saat ini kami masih menunggu arahan dari pihak perusahaan terkait proses evakuasi dan penanganan truk,” tutup Eka.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan lanjutan guna mengantisipasi kemacetan serta memastikan keamanan di lokasi kejadian.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








