[ad_1]
Dengan menggunakan seminar bertajuk ‘Blockchain 101: Tantangan & Peluang’, acara ini sukses diikuti lebih dari 500 peserta. Seminar ini membahas teknologi blockchainmulai dari implementasi, tantangan dalam pengembangan, sampai regulasi keterkaitan industri tersebut sendiri.
Dekan Eksekutif Sekolah Tinggi Bisnis juga Teknologi UPH, Dra. Gracia Shinta Ugut, MBA, Ph.d menyampaikan dalam Perayaannya bahwa acara ini yaitu salah satu upaya UPH untuk membawa replace keterkaitan apa yang sedang terjadi di industri sementara waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesempatan ini yaitu kesempatan yang jarang sekali terjadi. Ini merupakan upaya kita untuk membawa isu-isu paling kekinian yang tetap berhubungan dengan teknologi blockchain kepada para pelajar,” ujarnya.
Kepala Biro Pembinaan juga Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya dalam Berbagainya mengungkapkan bahwa teknologi blockchain ini masih luas juga belum digali sepenuhnya, terutama di Indonesia.
Ia menjelaskan, sementara waktu Bappebti baru meregulasi ranah perdagangan aset kripto yang mana hanya salah satu produk hilir dari teknologi blockchain.
“Hal ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk bersama-sama terus mengembangkan adopsi teknologi blockchain dan pengembangan pengembangan keterkaitan Blockchain yangimplementatif. Pengembangannya ke depan masih banyak sekali, seperti bagaimana menciptakan jangkauan dari teknologi blockchain ini. Jadi sepertinya tidak hanya terfokus pada perdagangan aset kripto,” jelasnya.
Adapun acara ini dimoderasi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPH, Dr. Andree Emmanuel Widjaja. Panelis yang dihadirkan antara lain Kepala Pemasaran (CMO) Bittime – Immanuel Giras Pasopati, Pendiri BlockDevId – William Sutanto, juga Anggota Komite Etik ABI – Duwi Sudarto Putra.
CMO Bittime, Immanuel Giras Pasopati menyampaikan teknologi blockchain telah banyak sekali diimplementasikan di berbagai industri. Sebagai platform investasi aset kripto, Bittime sendiri menjadi salah satu ujung tombak penggunaan teknologi blockchain yang banyak sekali digunakan masyarakat.
“Pertukaran kriptoIni yaitu salah satu bentuk produk pengguna akhir dari blockchain. Di mana pertukaran kripto menghubungkan berbagai proyek blockchain yang mempunyai token untuk dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Selain tersebut, Giras menyampaikan bahwa pertukaran kripto serta mengimplementasikan teknologi blockchain dengan cara platform token. Seperti diketahui, token platform merupakan salah satu aset kripto yang dikembangkan dengan cara blockchain untuk digunakan dalam platform ekosistem pertukaran kripto.
“Salah satu contoh yang kami lakukan, Bittime mengembangkan token Palapa. Palapa sebagai platform token akan berperan banyak sekali dalam memberi dorongan untuk ekosistem Bittime. Dengan utilitas yang sangat beruntung bagi pengguna Bittime yang mempunyai token Palapa,” jelasnya.
Pendiri BlockDevId, William Sutanto menjelaskan bahwa sederhananya, blockchain merupakan wujud dari sistem foundation knowledge, yang terjamin keamanan juga transparansinya. Dengan cara yang lain dengan sistem foundation knowledge yang kita kenal pada umumnya, dalam pengelolaannya blockchain menerapkan teknologi terdesentralisasi yang bisa diakses oleh banyak sekali pihak.
“Dalam sejarahnya, aset kripto lewat blockchain diciptakan untuk menjawab masalah yang selagi ini belum dapat diselesaikannya oleh industri Internet 2.0. Seperti halnya DeFi, kripto merupakan bentuk penerapan aplikasi blockchain pada industri finansial”, tambah William.
Pengembangan teknologi blockchain sepertinya tidak terbatas pada aset juga investasi saja, tetapi serta berperan pada industri lain. Contohnya pemanfaatan metaverse pada industri perhotelan juga pariwisata, sampai penerapan dArray dalam bidang akuntansi.
Anggota Komite Etik Asosiasi Blockchain Indonesia, Duwi Sudarto Putra mengatakan bahwa peran pemerintah mulai dari pengawasan sampai pengembangan teknologi blockchain menjadi hal yang sangat penting juga perlu diperhatikan.
“Harapannya, teknologi blockchain serta bisa kita memanfaatkan dalam mengelola knowledge publik, mengingat tingkat keamanan knowledge pada blockchain lebih aman,” tambah Duwi.
Pemrakarsa acara Selaku, minim waktu mengharapkan agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda bisa lebih mengenal teknologi blockchain juga implementasinya. Tak hanya tersebut, Bittime serta berencana menggelar program dana untuk pelajar dengan cara peta jalan token pengembangan Palapa.
Penafian
Investasi aset kripto mengandung risiko juga seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bittime membuat informasi ini dengan cara observasi inside perusahaan, sepertinya tidak dampak pihak manapun, juga bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.
[ad_2]
Sumber: vritimes








