Di Unpas Bandung, Gubernur Lemhanas RI Beberkan Peran Perguruan Tinggi pada Program Hilirisasi untuk Ketahanan Nasional

- Penulis

Sabtu, 9 November 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lemhanas RI Tungus Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan orasi ilmiah (Foto : Istimewa).

i

Gubernur Lemhanas RI Tungus Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan orasi ilmiah (Foto : Istimewa).

[ad_1]

Pendidikan, SekitarKita.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan, perguruan tinggi berperan penting pada program hilirisasi dalam rangka ketahanan nasional. Hilirisasi sumber daya alam harus segera memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Lemhanas RI saat memberikan orasi ilmiah dalam rutinitas wisuda sarjana, magister dan doktor Universitas Pasundan gelombang 1 tahun akademik 2024/2025 di Gedung Sasana Tradisi Ganesha (Sabuga) Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu, November 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu membawakan orasi ilmiah berjudul “Dukungan Perguruan Tinggi pada Program Hilirisasi dalam rangka Ketahanan Nasional”

Salah satu program yang sementara tengah diadakan oleh pemerintahan Prabowo Subianto adalah hilirisasi.

“Presiden Prabowo dalam pidato di Gedung MPR/DPR pada Minggu 20 Oktober 2024 mengungkapkan, kita harus segera melakukan hilirisasi kepada semua komoditas yang kita miliki. Nilai tambah dari semua komoditas itu harus segera menambah kekuatan ekonomi kita dengan begitu rakyat kita mampu hingga tingkat hidup yang sejahtera. Seluruh komoditas kita harus segera dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Kang Ace, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Rekapitulasi Penghitungan Suara PPK Karawang Barat Selesai, Acep-Gina Unggul dari Aep-Maslani
Gubernur Lemhanas RI Tungus Ace Hasan Syadzily saat mengungkapkan orasi ilmiah (Foto : Istimewa).
Gubernur Lemhanas RI Tungus Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan orasi ilmiah (Foto : Istimewa).

Indonesia, tutur Kang Ace, merupakan negara dengan kekayaan alam melimpah. Sudah seharusnya dengan kekayaan alam sesuatu yang luar biasa itu, membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Tetapi, Indonesia harus segera mempunyai kemampuan mengolah sumber daya alam tersebut. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus segera mempunyai kemampuan hilirisasi.

“HIlirisasi adalah proses pengolahan transformatif bahan baku atau sumber daya alam menjadi bahan jadi yang bernilai ekonomi lebih tinggi,” ungkapnya.

Gubernur Lemhanas RI menyampaikan, satu contoh, Indonesia mempunyai kandungan nikel terbesar di dunia. Kalau hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, nilai ekonomi rendah, 3 miliar Dolar Amerika Serikat.

Sebaliknya, ketika Indonesia mampu mengolahnya menjadi bahan jadi dengan hilirisasi, maka harganya meningkat menjadi 33 miliar Dolar Amerika Serikat.

“Sebab itu, penting sekali peran perguruan tinggi untuk mewujudkan hilirisasi tersebut dengan menjadikannya (perguruan tinggi) sebagai pusat informas, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Gubernur Lemhanas RI.

Kang Ace menyampaikan, alasan Indonesia harus segera melakukan hilirisasi adalah sebab pertama, akan melahirkan nilai tambah. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, Indonesia dapat meningkatkan nilai jual produk di pasar global, meningkatkan penerimaan negara, dan menciptakan efek pengganda (multiplier impact) di ekonomi nasional.

Baca Juga:  USB Hub 9-in 1 TP-Hyperlink UH9120C, Solusi Praktis untuk Para Multitasker

Pada 2017, tutur Kang Ace, nilai ekspor nikel mentah Indonesia sebesar 3,3 miliar Dolar Amerika Serikat. Setelah program hilirisasi diadakan pada 2021 lalu, nilai ekspor naik menjadi 20 miliar Dolar Amerika Serikat pada 2023. “Itu salah satu contoh dengan hilirisasi akan meningkatkan nilai ekspor bahan jadi,” ucapnya.

Kedua, hilirisasi mendorong industrialisasi dan diversifikasi ekonomi. Hilirisasi menciptakan ekosistem industri yang lebih kompleks, mempercepat industrialisasi, dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer dengan memperkuat sektor sekunder dan tersier.

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran
76 Dapur SPPG di KBB Terancam Suspend, Dinkes Pastikan 174 Sudah Kantongi SLHS
36 Tahun Siswa SDN Budiharja Naik Rakit, DPRD KBB Tantang Pemda dan Pemprov Hadirkan Solusi Permanen
Suara Dentuman Misterius Bikin Warga Bandung Raya Geger, Terdengar hingga Padalarang
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:13 WIB

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026

Minggu, 13 September 2026 - 15:54 WIB

Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Sabtu, 12 September 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran

Jumat, 11 September 2026 - 13:57 WIB

76 Dapur SPPG di KBB Terancam Suspend, Dinkes Pastikan 174 Sudah Kantongi SLHS

Kamis, 10 September 2026 - 13:29 WIB

36 Tahun Siswa SDN Budiharja Naik Rakit, DPRD KBB Tantang Pemda dan Pemprov Hadirkan Solusi Permanen

Berita Terbaru

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Bandung Barat

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:47 WIB