Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru pembangunan daerah. Memasuki usia yang semakin matang, Kabupaten Bandung Barat dinilai harus berani menentukan masa depannya sendiri dan tidak lagi bergantung pada identitas sebagai daerah hasil pemekaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan. Menurutnya, usia ke-19 merupakan fase kedewasaan bagi sebuah daerah untuk mulai mengambil keputusan strategis demi mewujudkan visi pembangunan jangka panjang.

“Usia 19 tahun adalah usia yang penuh keberanian untuk mengambil keputusan besar. Bandung Barat harus berani menetapkan visi masa depan yang jelas dan terukur,” ujar Dadan, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dadan, setelah hampir dua dekade berdiri, Kabupaten Bandung Barat telah memiliki pengalaman, sumber daya, serta kapasitas yang memadai untuk melakukan lompatan pembangunan yang lebih progresif.

Ia menegaskan, arah pembangunan Bandung Barat ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pariwisata dan industri semata. Potensi pertanian yang dimiliki daerah harus dikembangkan melalui pendekatan modern berbasis teknologi.

Baca Juga:  Ini Rahasia Kecantikan Dengan Menggunakan Produk Pemutih Kulit
Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami ingin Bandung Barat menjadi laboratorium pertanian modern. Daerah yang mampu mengembangkan inovasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membuka peluang kerja bagi anak-anak muda agar mereka dapat berkembang di daerahnya sendiri,” kata Ketua DPD Partai Golkar KBB tersebut.

Selain sektor pertanian, Dadan menilai pentingnya menciptakan ruang yang mendukung kreativitas dan produktivitas generasi muda. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu melibatkan anak muda sebagai pelaku utama perubahan.

Dalam momentum Hari Jadi KBB ke-19, Dadan juga memaknai filosofi angka 19 sebagai simbol arah pembangunan daerah. Angka 1 melambangkan satu tujuan bersama, yaitu mewujudkan Bandung Barat yang maju dan sejahtera. Sementara angka 9 menggambarkan seluruh penjuru wilayah yang harus merasakan manfaat pembangunan secara merata.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung Barat harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Tidak boleh ada lagi kesenjangan antara wilayah utara dan selatan. Kemajuan Bandung Barat harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

Baca Juga:  Teka Teki: Saatnya Anda Temukan Enam Perbedaan pada Gambar Ini

Untuk mewujudkan visi tersebut, Dadan mendorong sejumlah langkah konkret, mulai dari penguatan pendidikan dan pelatihan bagi petani muda, pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar hasil pertanian, hingga pengembangan riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan Bandung Barat yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan potensi sumber daya alam, sektor pertanian, pariwisata, dan bonus demografi yang dimiliki, Kabupaten Bandung Barat dinilai memiliki peluang besar untuk bertransformasi dari daerah pemekaran menjadi pusat pertumbuhan masa depan di Jawa Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Di Balik Megahnya HUT KBB ke-19, NPCI Minta Pemerintah Penuhi Janji Perhatikan Olahraga Disabilitas

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB