Diduga Kena Tipu Oknum Kepala Cabang Amarta, Puluhan Konsumen Geruduk Dealer HONDA di KBB 

- Penulis

Senin, 28 Oktober 2024 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id- Puluhan konsumen dari berbagai wilayah geruduk kantor Amarta dealer resmi motor Honda jalan raya Padalarang no 528, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (28/10/2024), aksi ini berlanjut hingga Selasa (29/10).

Mereka menuntut kepada manajemen delear Honda Amarta bertangungjawab atas dugaan penipuan pembelian unit sepeda motor secara tunai yang diduga ditilep hingga mencapai kurang lebih 1,5 miliar.

Herman (27) konsumen asal Desa Saguling, Kecamatan Saguling mengatakan, merasa dirugikan atas kasus dugaan penipuan tersebut yang dilakukan oleh salah satu oknum kepala cabang Honda di Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuntut untuk segera dikeluarkan sesuai kesepakatan awal yakni uang kembali 100 persen jika unit sepeda motor tak juga diberikan, padahal, dari 50 nasabah itu seluruhnya lunas pembayaran tanpa di cicil.

Puluhan konsumen mediasi bersama manajemen delear Amarta Honda (foto: Abdul Kholilulloh)
Puluhan konsumen mediasi bersama manajemen delear Amarta Honda (foto: Abdul Kholilulloh)

“Hari ini kami bersama konsumen lain sekitar ada 49 orang bahkan lebih menuntut kepada manajemen untuk memulangkan uang pembelian unit sepeda motor karena kami belinya cast, semua yang kesini rata-rata bayarnya cash macem-macem unitnya,” kata Herman saat ditemui dilokasi.

Baca Juga:  Dihadapan Saksi Penggerak Partai Golkar, Metty Triantika Kerahkan para Kader di Cianjur Tebarkan Kasih Sayang Agar Rakyat Kasih Suara

Ia menyebut, adapun unit yang sudah dibayar yakni jenis Honda Scoopy warna putih dengan membayar transaksi sebesar Rp23 juta melalui kasir, kendati itu, hingga 3 bulan lamanya unit sepeda motor tak juga di kirim ke rumah konsumen.

“Sudah hampir 3 bulan, saya transaksi awalnya sudah lunas semua, seminggu saya tanya barang kenapa enggak di kirim surat mengarahkan, unit motornya mah ada,” ujarnya.

Beberapa bulan kemudian, ia mencoba kembali menanyakan kepada manajemen keberadaan unit yang sudah di beli secara tunai.

Namun kembali pihak dealer Amarta mangkir hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi protes bentuk ketidak puasan terhadap pelayanan Honda Amarta.

“Kami membentuk grup awalnya dari FB, ternyata pas tau korbannya banyak langsung sepakat melakukan aksi damai bentuk protes kepada manajemen HONDA,” ujarnya.

Sementara itu korban lain Bagus (32), warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang mengaku geram dengan ulah oknum kepala cabang dealer Amarta yang diduga melakukan penipuan nasabah dan meminta untuk segera dipulangkan atau unit sepeda motor segera dikeluarkan.

Baca Juga:  Kang Jimmy Nyatakan Dukungan untuk Acep Jamhuri-Gina Fadlia di Pilkada Karawang 

“Kami kesini meminta uang kembali atau unit segera dikeluarkan, kalau saya beli Honda Stylo jenis vespa gitu sudah bayar Rp13 jutaan, nah alasan awalnya untuk buka portal indent karena memang barangnya langka,” ujar Agus.

“Kenapa barang enggak turun juga sudah hampir 3 bulan lebih mangkanya kami protes hari ini dan masih banyak lagi pelanggan bahkan ada yang hampir 8 bulan,” sambungnya.

Ia memaparkan, saat ini tengah dilakukan mediasi bersama pihak manajemen dan puluhan nasabah yang difasilitasi oleh Kepolisian Polsek Padalarang-Polres Cimahi.

“Masih mediasi kami menunggu keputusan hari ini, kami sih berharap uang kembali atau unit yang kami pesan segera keluarkan,” tandasnya.

Pantauan SekitarKita.id dilokasi, hingga pukul 22.01 WIB mediasi berjalan panas, dan berlanjut hingga Selasa, pihak Amarta dealer resmi motor Honda sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

PT Royal Buka Suara soal Aksi Unras di Padalarang, Sebut Bukan Akibat Pergantian Vendor
Terkuak, Disnaker KBB Bongkar Peran PT Aira Jadi Pemicu Aksi Unras di PT Royal Padalarang
PHK Diduga Sepihak Picu Kemarahan Warga, PT Royal di Padalarang Diblokade Massa
Berobat Sepulang Kerja Kini Bisa, Pemkot Cimahi Resmikan Klinik Sore di Padasuka
Harganas ke-33, Walkot Cimahi Adhitia Ingatkan Peran Keluarga Tak Boleh Luntur di Tengah Gempuran Era Digital
Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu
Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna
Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:41 WIB

PT Royal Buka Suara soal Aksi Unras di Padalarang, Sebut Bukan Akibat Pergantian Vendor

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:29 WIB

Terkuak, Disnaker KBB Bongkar Peran PT Aira Jadi Pemicu Aksi Unras di PT Royal Padalarang

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:43 WIB

PHK Diduga Sepihak Picu Kemarahan Warga, PT Royal di Padalarang Diblokade Massa

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:38 WIB

Berobat Sepulang Kerja Kini Bisa, Pemkot Cimahi Resmikan Klinik Sore di Padasuka

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIB

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu

Berita Terbaru