SEKITARKITA.id – Media sosial dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan kemarahan seorang wanita pengemudi mobil pribadi terhadap pengemudi angkutan kota (angkot) trayek Cimahi, Jawa Barat.
Insiden tersebut terjadi akibat aksi angkot yang menerobos kemacetan dan memakan lajur dari arah berlawanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, dan sontak memicu kemacetan semakin parah di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Angkot tersebut diketahui terjebak di lajur berlawanan karena tidak dapat langsung kembali ke jalur semestinya.
Sementara itu, kendaraan lain tampak mengantre rapi, termasuk sebuah truk molen (mixer truck) berukuran besar yang turut terhambat.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, pengemudi mobil pribadi terlihat meminta sopir angkot untuk mundur dan kembali ke barisan kendaraan.
Ia menolak memberi jalan karena menilai pengemudi angkot ceroboh dan tidak sabar, sehingga memperparah kondisi lalu lintas.
Saat angkot berupaya mundur dan masuk kembali ke antrean, seorang anggota kepolisian yang melintas menggunakan sepeda motor datang ke lokasi dan menegur pengemudi angkot karena tindakannya menyebabkan kemacetan semakin panjang.
Setelah berhasil masuk ke barisan dan melanjutkan perjalanan, pengemudi angkot tersebut sempat melontarkan umpatan ke arah pengemudi wanita, sebagaimana terlihat dalam rekaman video.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, menyatakan pihaknya akan mengecek izin trayek angkot beserta identitas sopirnya, apakah terdaftar resmi sebagai angkutan Kota Cimahi atau tidak.
“Nanti akan kita cek, saya baru dapat informasinya. Apakah izin trayeknya Cimahi atau bukan, dan sopirnya dari mana,” ujar Endang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/1/2026).
Selain itu, Endang mengingatkan seluruh pengemudi angkot agar mematuhi aturan lalu lintas, tidak ugal-ugalan, tidak menyerobot antrean kendaraan, serta tidak berhenti sembarangan atau ngetem.
“Intinya ikut aturan berkendara, jangan seperti itu. Apalagi kan ada marka jalan yang harus dipatuhi,” tegasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan








